Area TPT Ambrol di Jatinangor Sumedang Digaris Polisi, Evakuasi Terhambat Pergerakan Tanah
Seli Andina Miranti July 10, 2026 03:32 PM

Laporan Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Proses evakuasi seorang pekerja yang tertimbun material tembok penahan tanah (TPT) ambrol di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih terus berlangsung hingga Jumat (10/7/2026) siang.

Hingga pukul 13.20 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Petugas bersama warga dan rekan sesama pekerja masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Menurut pantauan Tribun Jabar, area longsoran telah dipasangi garis polisi untuk membatasi akses masyarakat selama proses evakuasi berlangsung.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja Tertimbun TPT Ambrol di Jatinangor Sumedang, Pencarian Masih Berlangsung

Di dalam area yang telah disterilkan tersebut tampak sejumlah personel kepolisian bersama aparat pemerintah berada di sekitar titik longsoran untuk mengamankan lokasi sekaligus memantau jalannya proses pencarian.

Material tembok penahan tanah yang ambrol terlihat membentang cukup panjang. Struktur TPT yang masih dalam tahap pembangunan itu diperkirakan memiliki tinggi sekitar lima meter.

Sementara itu, satu unit mobil ambulans milik Pemdes Hegarmanah juga telah disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi proses evakuasi korban.

Terjadi Pergerakan Tanah

Proyek evakuasi pekerja yang tertimbun sempat diwarnai pergerakan tanah.

Pergerakan tanah tersebut membuat petugas gabungan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pencarian korban yang hingga siang hari masih belum ditemukan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja Tertimbun TPT Ambrol di Jatinangor Sumedang, Pencarian Masih Berlangsung

Pantauan Tribun Jabar di lokasi, personel gabungan dari TNI, Polri, Kantor SAR Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, dan relawan tetap melanjutkan proses evakuasi dengan lebih berhati-hati karena kondisi tanah di sekitar titik longsoran dinilai masih labil.

Korban diketahui merupakan warga setempat yang bekerja dalam proyek pembangunan tembok penahan tanah tersebut ketika material konstruksi ambrol dan menimbunnya.

Di bagian atas tebing lokasi longsor tampak berdiri bangunan rumah kontrakan yang posisinya berada tidak jauh dari titik ambrolnya TPT. Kondisi itu membuat petugas terus memantau kemungkinan adanya pergerakan tanah susulan selama proses evakuasi berlangsung.

Hal lain yang menarik perhatian di lokasi, titik penggalian tempat petugas melakukan pencarian korban ditutup menggunakan terpal. Penutup tersebut dipasang di atas area evakuasi yang sedang digali sehingga proses pencarian dapat berlangsung lebih fokus tanpa terganggu aktivitas di sekitar lokasi.

Sebelumnya, tembok penahan tanah yang masih dalam tahap pembangunan ambrol sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat, saat proyek pembangunan rumah kos sedang berlangsung. Material batu dan semen dari konstruksi setinggi sekitar lima meter itu menimbun seorang pekerja.

Baca juga: Belum Ada Lahan Relokasi, Bantuan Sewa Kontrakan Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat Ditambah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.