Anas Karno dan Camat Genteng Sosialisasikan Digitalisasi Parkir di Surabaya
Titis Jati Permata July 10, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Anggota DPRD Surabaya yang menjabat Sekertaris Komisi A Anas Karno bersama jajaran camat dan lurah di wilayah Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jatim, turun ke berbagai ruas jalan di wilayahnya, Kamis (9/7/2026) malam.

Anggota Fraksi PDIP Anas dan Camat Genteng Jefry terjun langsung ke kantong-kantong parkir tepi jalan di wilayah Genteng.

Mereka kompak mengajak masyarakat untuk mendukung digitalisasi parkir di Surabaya.

Baca juga: Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Liar di Jalan Kaliasin Gang Pompa Surabaya

Saat ini, Kota Pahlawan ini makin masif memberlakukan pembayaran parkir nontunai. Selain lebih akuntabel dan menutup celah kebocoran, warga dimudahkan dan membayar sesuai tarif.

"Tak ada getok parkir. Mari berbenah bersama. Warga silakan bayar parkir melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir," kata Anas.

Sosialisasi Sistem Pembayaran Parkir

Anggota dewan dan jajaran camat itu menyisir sejumlah ruas jalan. 

Lokasi Kecamatan Ganteng kebetulan berada di tengah kota. Mereka menyapa warga dan meminta kepada petugas parkir tidak boleh parkir di trotoar.

Trotoar itu jalur pedestrian atau perjalan kaki. Bahkan dengan menggunakan pengeras suara, petugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai sistem pembayaran parkir yang kini dilakukan secara non-tunai

Anas Karno menilai kehadiran langsung aparatur pemerintah di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kebijakan yang telah ditetapkan benar-benar dipahami masyarakat.

"Saya mengapresiasi Pak Camat, lurah, dan seluruh jajaran yang turun langsung ke lapangan. Dengan melihat kondisi secara langsung, pemerintah bisa mengetahui persoalan yang terjadi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat secara humanis," kata Anas.

Perkuat Pengawasan pada Juru Parkir

Mereka gencar mengajar semua pihak untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Momen turun itu mendapati masih ada trotoar untuk parkir.

Mereka mengajak untuk warga ikut menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama. Namun meminta pengawasan terhadap juru parkir terus diperkuat.

Menurutnya, penerapan sistem non-tunai harus dibarengi dengan kedisiplinan petugas parkir dalam menjalankan aturan. Mereka yang melanggar harus ditindak tegas sesuai aturan.

"Tetap tunai dan tarif tak sesuai artinya melanggar. Kalau terus melanggar jukir bisa diganti. Tujuannya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik dan tertib," ujarnya.

Percepat Adaptasi Masyaraakat

Sementara itu, Camat Genteng Jefry menjelaskan, kegiatan turun lapangan dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemkot Surabaya mempercepat adaptasi masyarakat terhadap sistem parkir non-tunai.

Menurut Jeffry, masih ditemukan sebagian warga yang belum mengetahui bahwa pembayaran parkir kini dapat dilakukan melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir.

Karena itu, sosialisasi dilakukan secara langsung di lokasi parkir agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

"Masih ada warga yang belum mengetahui, sehingga kami bersama kelurahan, Dishub, dan seluruh unsur terkait terus melakukan sosialisasi langsung di lapangan," ujar Jeffry.

Sementara pengawasan akan terus dilakukan bersama Dishub, TNI, dan Polri. 

Jika ditemukan pelanggaran berulang, maka sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Gerakan Berkelanjutan

Anas Karno berharap kegiatan turun lapangan seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan kecamatan, kelurahan, Dinas Perhubungan, serta masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan parkir non-tunai bukan hanya diukur dari meningkatnya transaksi digital, tetapi juga dari semakin tertibnya kawasan parkir, berfungsinya kembali trotoar untuk pejalan kaki, serta berkurangnya praktik parkir yang melanggar aturan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.