TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah profil Prof Takdir Saili, calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026-2030.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat tersebut lolos ke tiga besar Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO setelah meraih 11 suara anggota senat.
Prof Takdir bukan wajah baru dalam kontestasi Pilrek UHO.
Pemilihan periode sebelumnya, ia memperoleh 30 suara pada tahap akhir, hanya terpaut satu suara dari rektor terpilih, Prof Armid, yang meraih 31 suara.
Calon rektor nomor urut 9 ini mengatakan optimis dapat memenangkan Pilrek tahun ini dengan berbekal pengalaman memimpin di lingkungan kampus.
Menurutnya, pengalaman kepemimpinan rektor-rektor sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk membawa UHO menjadi lebih maju.
“Rektor terdahulu sudah memberikan contoh dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Catatan yang masih kurang tentu akan kita perbaiki,” tuturnya.
Baca juga: Profil Prof Ida Usman, Calon Rektor UHO Kendari yang Ingin Wujudkan Kampus Socio-Techno University
Dalam Pilrek kali ini, Prof Takdir mengusung visi mewujudkan Universitas Halu Oleo sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi berbasis kearifan serta sumber daya lokal yang berdaya saing global guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, kelautan, dan pedesaan.
Visi tersebut diwujudkan melalui lima misi, yakni meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, mengembangkan karakter serta kompetensi mahasiswa.
Lalu, meningkatkan tata kelola perguruan tinggi, serta memperkuat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Prof Takdir Saili lahir di Baubau pada 12 Februari 1969.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Wajo Baubau dan lulus pada 1981.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Baubau pada 1984 dan SMA Negeri 1 Baubau pada 1987.
Pendidikan tinggi ditempuh di Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar, dan meraih gelar sarjana pada 1992.
Ia kemudian melanjutkan studi magister pada Program Studi Biologi Reproduksi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1999.
Setelah mengikuti program akademik di Jepang pada 2000-2002, Prof Takdir kembali menempuh pendidikan doktor di IPB dan meraih gelar doktor pada 20 Januari 2006.
Karier akademiknya di Universitas Halu Oleo dimulai pada 1994 sebagai dosen Fakultas Peternakan.
Pada 2006-2010, ia menjabat Kepala Laboratorium Peternakan UHO.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Ketua Jurusan Peternakan pada 2010-2012.
Kemudian diangkat sebagai Dekan Fakultas Peternakan berdasarkan Surat Keputusan Rektor untuk periode 2012-2014 dan kembali menjabat secara definitif pada periode 2014-2018.
Setelah itu, Prof Takdir menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) Ketua Senat Akademik UHO pada 2018-2019, dan menjabat Ketua Senat Akademik UHO pada 2019-2021.
Pada 2021 hingga 2025, ia mengemban amanah sebagai Direktur Pascasarjana UHO, dan saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO.
Di luar lingkungan kampus, Prof Takdir juga pernah menjadi anggota Satuan Tugas International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Pada 1993-1994, ia terlibat dalam pengelolaan peternakan sapi rakyat di Desa Wakobalu Agung, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)