Disebut ke Gunung Kawi demi Kaya dan Awet Muda, Luna Maya Tanggapi dengan Tawa
Murhan July 10, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Disebut ke Gunung Kawi demi kaya dan awet muda, artis Luna Maya menanggapinya dengan tawa.

Memang, isu istri Maxime Bouttier itu ke Gunung Kawi mendadak jadi perbincangan hangat di sosial media. 

Penyebab awalnya, seorang netizen menuding dirinya kerap menyambangi Gunung Kawi demi menjaga aura awet muda dan mendulang kekayaan.

Adanya tudingan miring tersebut pertama kali mencuat melalui sebuah unggahan di platform Threads.

"Dengar-dengar Luna Maya sering ke gunung kawi buat awet muda dan kaya. banyak artis zaman dulu ke sana," tulis salah satu akun Threads, dikutip Kamis (9/7/2026).

Alih-alih tersulut emosi atau merasa geram, istri dari Maxime Bouttier ini justru memberikan respons yang sangat santai. 

Baca juga: Akhirnya Jawab Soal Isu Sarwendah Jalani Pesugihan di Gunung Kawi, Ruben Onsu: Gue Tidak Ada Andil

Luna bahkan membalas tuduhan mistis tersebut dengan nada berkelakar penuh tawa.

"Brohhhh gunung kawi bangeettt (emoji tertawa) youre the best lah... hahaha," balas Luna.

Sontak saja, balasan menohok namun jenaka dari bintang film papan atas ini langsung memancing perhatian netizen lain. 

Banyak warganet yang mengaku heran sekaligus geleng-geleng kepala karena isu pesugihan semacam itu rupanya masih laku di tahun 2026.

Melihat komentar tersebut, aktris yang kini menginjak usia 42 tahun itu kembali memberikan tanggapan. 

Ia menyindir balik sang penyebar gosip dengan kalimat singkat yang menohok.

"Kurang piknik," respons Luna.

Tak berhenti di situ, ketika ada seorang netizen yang menilai tudingan tersebut sengaja dibuat hanya demi mencari sensasi semata, Luna kembali menunjukkan kelasnya. 

Ia memilih untuk tidak ambil pusing dan menganggap isu tersebut sebagai hiburan belaka.

"Eh bukan fitnah dia lagi stand up (comedy)," pungkas Luna.

Sebagai informasi, Gunung Kawi yang berlokasi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memang sudah lama melekat di benak masyarakat sebagai tempat yang identik dengan ritual pesugihan. 

Namun, alih-alih panik namanya diseret ke ranah mistis, Luna Maya justru sukses meredam rumor tersebut dengan humor.

Perihal Gunung Kawi

Gunung Kawi terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tepatnya, Gunung Kawi berada di Kecamatan Wonosari.

Gunung Kawi terkenal dengan pesarean atau pemakaman yang dikeramatkan. Di Pasarean itu terdapat makam Kanjeng Kyai Zakaria II (wafat 22 Januari 1871) dan Raden Mas Imam Soedjono (wafat 8 Februari 1876).

Mereka adalah tokoh bangsawan yang ikut menentang penjajah di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro. Mereka lari ke daerah Jawa bagian timur setelah kalah Perang Jawa.

Selama hidup, kedua tokoh ini banyak membantu menyebarkan Islam, hingga sampai kematiannya kharismanya tidak pudar. Terbukti dengan banyaknya peziarah yang datang ke pesarean. Terutama, 1 Muharram atau 1 Suro, banyak peziarah yang datang ke pesarean ini.

Kyai Zakaria yang dikenal dengan sebutan Eyang Jugo merupakan kerabat dari Keraton Kertosuro yang menjadi pengawal perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda, antara tahun 1825-1830.

Eyang Jugo ini merupakan buyut dari Susuhanan Pakubuwono I (yang memerintah Keraton Kertosuro 1705-1717).

Adapun, RM Imam Soedjono merupakan buyut dari Sultan Hamengku Buwono I (memerintah Keraton Yogyakarta pada 1755-1892).

Nilai sejarah yang melekat pada Gunung Kawi membuat kawasan tersebut menjadi tempat ziarah atau wisata religi. Masyarakat dari berbagai etnis berkunjung ke tempat tersebut untuk ziarah. Etnis Madura, Jawa serta Tionghoa kerap kerap ke lokasi itu.

Bahkan, ada peziarah yang datang untuk minta pesugihan.

Legenda Gunung Kawi Banyak Dikunjungi Peziarah

Awalnya makam Eyang Jugo di Gunung Kawi tidak dikenal sebagai tempat pesugihan hingga datang sosok pria dari daratan Cina bernama Tamyang.

Dikisahkan, Eyang Jugo melakukan perjalanan ke daratan Cina. Suatu ketika, dia bertemu dengan seorang perempuan hamil yang kehilangan suaminya.

Kemudian, Eyang Jugo membantu ekonomi janda yang hidup dalam kemiskinan ini. Perempuan itu sangat senang dan berterima kasih dengan bantuan Eyang Jugo.

Eyang Jugo memang memiliki tabiat membantu sesama.

Saat, Eyang Jugo kembali ke pulau Jawa, dia berpesan kepada perempuan itu agar jika anaknya sudah besar disuruh datang ke Gunung Kawi di pulau Jawa. Anak janda miskin itu bernama Tamyang.

Pada era tahun 40 an, Tamyang datang ke Gunung Kawi. Dia ingin membalas kebaikan Eyang Jugo yang telah berbuat baik kepada ibunya. Maka, dia merawat makam itu dengan baik.

Pria yang sering berpakaian hitam-hitam ini merawat makam Eyang Jugo dan membangun tempat berdoa dengan gaya Cina.

Sejak itulah, peziarah ramai mengunjungi Gunung Kawi. Disekitar Gunung Kawi juga banyak bangunan-bangunan bergaya Cina.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.