Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Perumda Tirta Rafflesia Kabupaten Bengkulu Tengah bakal menertibkan pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air sebagai upaya mengatasi beban layanan yang sudah melebihi kapasitas.
Direktur Perumda Tirta Rafflesia Bengkulu Tengah, Movizar, mengatakan jumlah sambungan rumah (SR) yang dilayani saat ini telah mencapai sekitar 8.500 SR. Padahal, kapasitas sistem yang dimiliki hanya mampu melayani sekitar 7.000 sambungan rumah.
"Kalau terkait pelanggan yang menunggak tentu masih ada, karena pelanggan kita jumlahnya ribuan. Kami mengimbau pelanggan yang masih menunggak agar segera menyelesaikan kewajibannya," kata Movizar saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, Perumda Tirta Rafflesia saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 70 liter per detik.
Dengan perhitungan ideal satu liter per detik melayani maksimal 100 sambungan rumah, maka kapasitas tersebut hanya cukup untuk sekitar 7.000 SR.
Namun, jumlah pelanggan yang telah terpasang mencapai sekitar 8.500 SR atau mengalami kelebihan beban sekitar 1.500 sambungan rumah.
Akibat kondisi tersebut, sebagian pelanggan mengalami distribusi air yang tidak normal karena sistem dipaksa melayani pelanggan melebihi kapasitas.
"Kemungkinan kami akan melakukan penertiban kepada pelanggan yang menunggak dan tidak memiliki itikad baik untuk melakukan pembayaran. Untuk sementara bisa dilakukan pemutusan sambungan rumah maupun pembenahan sambungan yang kondisi pengaliran airnya tidak normal," ujarnya.
Movizar menegaskan, persoalan kelebihan kapasitas tersebut tidak bisa diatasi dengan mengalihkan pelanggan ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Benteng KoBema karena jaringan yang mengalami overload merupakan jaringan eksisting milik Perumda Tirta Rafflesia.
Menurutnya, jaringan yang melayani wilayah Datar Lebar hingga Nakau saat ini memang sudah bekerja di atas kapasitas.
Sementara itu, Perumda Tirta Rafflesia masih memiliki cadangan kapasitas sekitar 5 liter per detik dari Lagan Bungin yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kapasitas tersebut diperkirakan hanya mampu melayani sekitar 500 sambungan rumah baru.
Selain itu, kondisi serupa juga terjadi pada sistem di Pondok Kelapa. Kapasitas produksi di wilayah tersebut mencapai sekitar 10 liter per detik yang idealnya hanya mampu melayani 800 hingga 900 sambungan rumah.
Namun saat ini jumlah pelanggan telah mencapai sekitar 1.500 sambungan rumah.
"Karena itu kami akan melakukan pembenahan sistem, baik di Datar Lebar maupun Pondok Kelapa. Harapannya pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa kembali maksimal," tutup Movizar.