BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengunjungi kompleks National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel untuk melihat langsung kondisi pusat pelatihan atlet disabilitas, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau mess atlet, sarana latihan, gedung sekretariat, hingga kawasan pembinaan yang selama ini digunakan para atlet NPCI Kalsel.
Syarifuddin mengaku terkesan dengan perkembangan fasilitas yang dibangun secara mandiri oleh pengurus dan atlet.
Menurutnya, keberadaan kompleks tersebut menjadi bukti kuatnya gotong royong dalam membangun pembinaan olahraga disabilitas di Banua.
"Kami dari Pemerintah Provinsi sangat mengapresiasi NPCI Kalsel yang mampu membangun kompleks ini secara mandiri. Di sini ada mess untuk atlet, fasilitas latihan, dan berbagai sarana pendukung lainnya," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: NPCI Kalsel Hadapi Keterbatasan Dana, Sumansyah : Sedang Tidak Baik-baik Saja
Ia menilai keberhasilan NPCI Kalsel tidak hanya terlihat dari pembangunan fasilitas, tetapi prestasi yang terus ditorehkan para atlet di berbagai ajang.
Syarifuddin menyebut atlet-atlet NPCI Kalsel telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional.
Bahkan, beberapa atlet disabilitas asal Kalsel dijadwalkan memperkuat Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2026.
"Kita bersyukur karena NPCI terus mengangkat nama Kalsel. Sebentar lagi ada atlet yang mewakili Indonesia di internasional, mudah-mudahan mereka bisa meraih hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi bangsa serta daerah," katanya.
Terkait sejumlah usulan yang disampaikan NPCI, Syarifuddin memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjutinya bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel.
"Beberapa hal yang disampaikan Ketua NPCI sudah kami koordinasikan dengan Kadispora, insyaallah akan kami tindak lanjuti," ucapnya.
Ketua NPCI Kalsel, Sumansyah menilai kehadiran Sekda menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet disabilitas yang selama ini terus berkembang.
"Kami berterima kasih karena Pak Sekda menunjukkan kepedulian yang besar kepada atlet-atlet disabilitas. Kami berharap dukungan pemerintah terus meningkat agar pembinaan semakin optimal," katanya.
Sumansyah menjelaskan berbagai fasilitas yang kini dimiliki NPCI Kalsel berasal dari pengelolaan dana kontribusi pelatih, atlet, dan asisten pelatih yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan pembinaan di luar dukungan hibah pemerintah.
Dari hasil pengelolaan tersebut, NPCI Kalsel kini memiliki lapangan latihan, gedung sekretariat, mess atlet, serta lahan seluas sekitar satu hektare yang direncanakan dikembangkan menjadi fasilitas olahraga tambahan, termasuk kolam renang dan lapangan mini soccer untuk atlet disabilitas.
Selain itu, pihaknya berharap program pembinaan yang saat ini berjalan hingga Agustus 2026 dapat diperpanjang sampai akhir tahun agar proses latihan tetap berkesinambungan.
"Kami berharap pembinaan bisa berlanjut hingga Desember sehingga atlet tetap memiliki kesempatan menjalani persiapan secara maksimal menghadapi berbagai kejuaraan," ujarnya.
Menanggapi harapan tersebut, Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menegaskan pemerintah akan terus berupaya mendukung pembinaan atlet sesuai kemampuan anggaran daerah.
"Pemerintah provinsi tentu tidak akan tinggal diam melihat semangat dan perkembangan atlet. Kami akan menyusun kembali skala prioritas agar program pembinaan tetap berjalan," katanya.
Baca juga: Lima Atlet Menembak NPCI Kalsel Jalani Pemusatan Latihan, Berlangsung Selama 9 Bulan
Hafiz mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini mengharuskan pemerintah lebih cermat dalam menentukan program prioritas.
Meski demikian, pembinaan atlet berprestasi tetap menjadi perhatian, terutama bagi cabang olahraga yang berpeluang meraih hasil maksimal di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap pembinaan atlet NPCI tidak terhenti sehingga mereka tetap siap menghadapi berbagai agenda kompetisi yang akan datang," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)