Kondisi Suhardiman Amby di Rutan KPK: Sempat Syok Saat OTT, Kini Mulai Tegar Hadapi Proses Hukum
Firmauli Sihaloho July 10, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING – Pengacara Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby, Rizki Junianda Putera SH MH atau yang akrab disapa Rizki Poliang, mengungkapkan kondisi terbaru kliennya setelah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Rizki, Suhardiman Amby dalam kondisi sehat dan mampu menjalani aktivitas selama berada di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Meski demikian, ia mengakui kliennya sempat mengalami guncangan psikologis saat mengetahui penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kuansing.

Momen itu menjadi pukulan berat bagi Suhardiman.

Apalagi, operasi senyap tersebut berlangsung ketika Kabupaten Kuansing sedang menjadi pusat perhatian sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau.

"Pertama kali saat ia mengetahui penyidik KPK melakukan OTT di Kuansing, Pak Suhardiman memang syok. Terlebih OTT dilakukan pada saat Kuansing sebagai tuan rumah perhelatan MTQ ke-44 tingkat Riau. Namun ia kembali tegar dengan segera," ujar Rizki Poliang, Jumat (10/7/2026).

Rizki menuturkan, rasa terkejut yang dialami Suhardiman tidak berlangsung lama.

Baca juga: JPU Tuntut Tiga Terdakwa Korupsi Pupuk Subsidi Rohul, Hukuman Berbeda-beda

Baca juga: Pengunjung Kocar-kacir Saat Polisi Datang, Tiga Tempat Hiburan Malam di Kandis Dirazia

Setelah melewati fase awal tersebut, mantan orang nomor satu di Kuansing itu memilih menerima proses hukum yang sedang dihadapinya dan berupaya tetap kuat secara mental.

Bahkan hingga kini, kata Rizki, kondisi fisik maupun psikologis Suhardiman tidak mengalami penurunan selama berada di tahanan KPK.

"Begitu pula saat Pak Suhardiman berada di Rutan KPK, tidak ada penurunan kondisi kesehatan maupun mental hingga saat ini," katanya.

Di tengah proses hukum yang dijalani, Suhardiman juga terus mendapat dukungan dari keluarga.

Rizki menyebut istri Suhardiman, Yulia Herma, bersama seluruh anak-anaknya telah datang menjenguk ke Rutan KPK.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi penyemangat secara moral, tetapi juga membawa berbagai kebutuhan selama menjalani masa penahanan.

"Ibu Yulia Herma bersama semua anak-anaknya telah datang menjenguk, membawa makanan dan perlengkapan ibadah," ujar Rizki.

Ia menyebut hingga saat ini pendampingan hukum yang dilakukan masih berfokus pada perkara dugaan gratifikasi atau jual beli jabatan yang turut menjerat Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain serta seorang kontraktor bernama Ardiles.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.