Skyfall di Miami, Misi 007 Bellingham Menjinakkan Terminator Haaland
Rizali Posumah July 10, 2026 08:22 PM

 

James Bond kembali ke rumah masa kecilnya, Skyfall, di dataran tinggi Skotlandia. 

Hal itu ia lakukan untuk mengalahkan musuh beratnya, Raoul Silva. 

Bond dalam film Skyfall itu sengaja memancing Silva ke rumah masa kecilnya untuk menghilangkan keuntungan teknologi milik lawan.

Hal yang sama dilakukan timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Dalam perjalanan menuju Football Coming Home, tim Inggris harus bertemu Norwegia di babak perempat final.

Norwegia, bak Skyfall.

Dari sanalah konon sepak bola berasal. Ada sebuah cerita yang masih dipercaya warga Inggris saat ini.

Alkisah, beberapa abad yang lampau, para pejuang Inggris berhasil mengalahkan bangsa Viking, cikal bakal negara Norwegia saat ini.

Kepala pemimpin Viking dipotong lantas ditendang-tendang oleh warga Inggris dari desa ke desa sebagai wujud kebencian mereka pada bangsa penyerang ini.

Terlepas dari benar tidaknya cerita ini, sejarah mencatat invasi Viking ke tanah Inggris memang membentang dari abad ke-8 hingga 11. 

Invasi besar tersebut puncaknya berhasil diredam oleh Raja Alfred yang Agung di abad ke-9, sebelum akhirnya era Viking di tanah Inggris benar-benar tamat dalam Pertempuran Stamford Bridge tahun 1066.

Nah, Jude Bellingham yang sering disebut sebagai James Bond 007 kini menjalani peran mirip di Skyfall tadi. 

Untuk mewujudkan kejayaan tertinggi, Bellingham diajak kembali ke memori lama perang Viking versus Inggris yang menjadi mitos awal terciptanya sepak bola. Masalahnya, musuh utama mereka tak mudah. 

Dialah Erling Haaland. Pria yang dijuluki Terminator ini baru saja menghabisi Brasil, negara pemilik lima bintang Piala Dunia.

Mampukah Inggris? Di atas kertas, mampu. Materi pemain Inggris lebih unggul dari Norwegia. 

Harry Kane adalah striker terbaik dunia. Begitupun Bellingham yang merupakan salah satu gelandang menyerang terbaik di jagat raya.

Sementara Declan Rice disebut-sebut sebagai gelandang bertahan terbaik dunia.

Inggris juga masih punya Elliot Anderson yang merupakan salah satu pemain termahal Inggris sepanjang masa saat ditebus Manchester City. 

Juga ada Anthony Gordon, pemain sayap pemecah kebuntuan yang baru saja berbaju Barcelona. 

Masih panjang daftar pemain kelas dunia Inggris; ada Bukayo Saka, Marcus Rashford, Morgan Rogers, Eberechi Eze, Marc Guéhi, Kobbie Mainoo, dan Jordan Pickford.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, sejauh ini berhasil menyelesaikan persoalan akut timnas Inggris. 

Tuchel menyuntikkan semangat pantang menyerah ala Jerman hingga Inggris kini punya mental baja. 

Tuchel juga berhasil mengatasi ego faksi klub yang sebelumnya membuat pemain Inggris hidup dalam sekat rivalitas.

Namun, yang bisa mengalahkan Inggris adalah Inggris sendiri. Segepok masalah dialami tim ini. Lini belakang mereka harus diakui masih goyah, apalagi di sektor bek kanan. 

Reece James masih dibekap cedera, Jarell Quansah harus absen karena kartu merah, sementara penampilan Djed Spence masih labil dan rentan dieksploitasi oleh sayap Norwegia yang lincah.

Tuchel musti putar otak untuk menghentikan Haaland sekaligus menambal sektor kanan.

Celakanya, sejumlah pemain pilar dalam kondisi tidak fit. Marc Guéhi mengalami masalah pada kakinya, sedangkan Declan Rice dilaporkan sempat jatuh sakit.Norwegia adalah tim yang tangguh. 

Mereka menampilkan permainan atraktif dan menyerang sepanjang Piala Dunia 2026. 

Terlebih lagi, mayoritas pemain Norwegia bermain di Liga Inggris.

Martin Odegaard dan kawan-kawan pasti tahu betul cara meruntuhkan ego Inggris.Di sinilah Inggris diuji. Mungkin ini ujian paling berat mereka. 

Norwegia adalah Skyfall. Asal-usul sepak bola dalam mitos penaklukan Viking. 

Jika berhasil melewati hadangan Norwegia, maka slogan Football Coming Home sudah hampir pasti menjadi nyata. (Arthur Rompis)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.