Patroli Laut di Takabonerate Diperketat, Pos Check Point Mulai Beroperasi
Sudirman July 10, 2026 08:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Pengawasan aktivitas perairan Taman Nasional Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulsel, diperkuat melalui patroli gabungan lintas instansi dan peluncuran Pos Check Point.

Taman Nasional Taka Bonerate adalah kawasan pelestarian alam laut yang memiliki kawasan atol (pulau karang berbentuk cincin) terbesar ketiga di dunia setelah Kwajalein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Maladewa.

Tempat ini merupakan surga bahari seluas 530.765 hektar ini berada di dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang Dunia dan telah masuk dalam daftar tentatif Situs Warisan Dunia UNESCO. 

Patroli dilakukan untuk mencegah berbagai tindak pidana di laut, terutama praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), Kamis (9/7/2026).

Patroli gabungan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kepulauan Selayar bersama Jagawana Taman Nasional Takabonerate, Wildlife Conservation Society (WCS), Babinsa Desa Jinato, serta petugas Pos Check Point.

Baca juga: KMP Balibo Tabrak Dermaga Pelabuhan Pamatata Kepulauan Selayar

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan peluncuran perdana Pos Check Point di kawasan Taman Nasional Takabonerate sebagai pusat pengawasan aktivitas kapal nelayan.

Kasat Polairud Polres Kepulauan Selayar, Iptu Amat Soedachlan, mengatakan patroli gabungan merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan, khususnya kawasan konservasi yang memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan sumber daya kelautan.

"Kami bersama seluruh stakeholder melakukan langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran di laut, termasuk praktik illegal fishing dan aktivitas lainnya," ujar Amat dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Patroli difokuskan pada pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran di bidang kelautan dan perikanan, sekaligus mendukung operasional Pos Check Point sebagai sistem pengawasan kapal nelayan yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Takabonerate.

Pos Check Point merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memperkuat pengawasan terhadap kapal nelayan. 

Setiap kapal yang melintas akan didata, mulai dari identitas kapal, awak kapal, dokumen perizinan, hingga hasil tangkapan.

Data tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan sektor perikanan, mencegah praktik penangkapan ikan ilegal, serta melindungi kawasan konservasi Takabonerate.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menegaskan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program tersebut melalui patroli terpadu, penegakan hukum, dan kegiatan pencegahan bersama seluruh instansi terkait.

"Program ini merupakan langkah positif untuk memperkuat pengawasan aktivitas perikanan, mencegah praktik illegal fishing, serta menjaga kelestarian sumber daya kelautan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat," kata Didid.

Ia menambahkan keberhasilan Pos Check Point membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar pengawasan di wilayah perairan dapat berjalan secara optimal.

Selama ini masyarakat juga kerap melaporkan dugaan praktik pengeboman ikan melalui media sosial, baik di perairan Kepulauan Selayar maupun di kawasan Taman Nasional Takabonerate.

Karena itu, kehadiran patroli gabungan dan Pos Check Point diharapkan mampu memperkuat pengawasan, menekan pelanggaran di laut, serta menjaga kelestarian sumber daya kelautan di kawasan tersebut.

Takabonerate Miliki Pasir Putih dan Air Laut Hijau Toska

Taman Nasional Taka Bonerate terkenal dengan air laut sejernih kristal, pantai pasir putih, dan kehidupan bawah laut yang sangat menakjubkan.

Masyarakat wisatawan biasanya menyebut sebagai surga selam dan snorkeling.

Gugusan atolnya yang luas menciptakan laguna (kolam air asin alami) yang tenang.

Ini adalah tempat sempurna untuk menyelam (diving) dan snorkeling.

Pengunjung bisa melihat warna-warni terumbu karang yang indah dan berbagai jenis ikan.

Dapat pula berinteraksi dengan bayi hiu, Di Pulau Tinabo, daya tarik utamanya adalah wisata memberi makan bayi hiu (baby shark) di pinggir pantai.

Pengunjung bisa berenang bersama mereka dengan aman.

Selain Tinabo, terdapat pulau kecil menawan lainnya seperti Pulau Jinato (terkenal dengan spot diving The Rivers Spot), Pulau Rajuni, dan Pulau Latondu. Anda bisa berpindah dari satu pulau ke pulau lain (island hopping) menggunakan perahu sewaan.

Anda harus naik kapal feri atau pesawat perintis menuju Kabupaten Kepulauan Selayar, lalu dilanjutkan dengan perjalanan laut sekitar 7 jam hingga 11 jam menuju pulau-pulau di dalam kawasan taman nasional.

Pengunjung juga bisa menyewa homestay atau resor lokal di beberapa pulau seperti Tinabo.

Sedang waktu terbaik paling tepat untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, yaitu antara bulan April hingga November. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.