TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Kesehatan dan Keluarga Bencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas mengatakan, delapan warga Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, yang masuk rumah sakit, tidak terkonfirmasi terkena demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sito Hatmoko melalui Staf Dinkes dan KB, Arif Burhan mengatakan, data yang diterima, ada empat kasus DBD di Dawuhan Kulon namun terjadi pada April-Juni.
Itu sebabnya, Arif menegaskan, tidak perlu ada fogging di wilayah tersebut.
Baca juga: Belakang Madrasah Jadi Sarang DBD, Delapan Warga Dawuhan Kulon Tumbang
"Hanya empat yang dilaporkan oleh rumah sakit. April dua kasus, Mei satu kasus, dan Juni satu kasus."
"Dari hasil penyelidikan epidemiologi oleh puskesmas, tidak diperlukan fogging," kata Arif, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, penetapan seseorang sebagai pasien DBD tidak hanya berdasarkan penurunan trombosit, melainkan harus melalui pemeriksaan gejala klinis dan hasil laboratorium yang kemudian dilaporkan secara resmi oleh rumah sakit.
"DBD resmi apabila dilaporkan oleh rumah sakit setelah diperiksa berbagai gejala dan laboratorium."
"Bukan hanya trombosit, karena penurunan trombosit terjadi di banyak penyakit," jelasnya.
Sementara, dari hasil kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilakukan petugas puskesmas dan masyarakat, masih kerap ditemukan jentik nyamuk di tempat penampungan air atau barang bekas.
Arif pun mengimbau warga sering membersihkan tempat-tempat itu untuk mencegah DBD.
Saat ini, dua orang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto.
Sementara, enam warga lain telah dinyatakan sembuh setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Seorang warga, Jufri mengungkapkan, kasus bermula ketika seorang warga bernama Siti mengalami demam dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Tak lama kemudian, anggota keluarga lain juga mengalami gejala serupa.
Baca juga: Gara-gara Domisili, Semua Lulusan SDN 1 Cikidang Tak Lolos SPMB di 3 SMP Negeri di Cilongok Banyumas
Mereka terdiri dari anak laki-laki, menantu, dua cucu, hingga seorang asisten rumah tangga yang seluruhnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
"Setelah itu, keponakan saya juga sakit dan dibawa ke RSI."
"Kemudian, istri saya juga mengalami hal yang sama dan dirawat di RSI pada Rabu (8/7/2026)," ujar Jufri.
Menurutnya, kemunculan kasus secara beruntun dalam waktu yang berdekatan membuat warga semakin cemas.
Mereka khawatir DBD menjangkiti warga di permukiman tersebut. (*)