TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain, menyebut pelaksanaan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Kota Tarakan menjadi momentum memperlihatkan secara langsung perubahan karakter dan perkembangan peserta didik kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Arbain saat memberikan sambutan pada kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan yang mengusung tema "Transformasi Karakter Menuju Prestasi", Jumat (11/7/2026).
Menurut Arbain, setelah berjalan selama sembilan bulan lebih, perubahan yang ditunjukkan para siswa dan siswi menjadi bukti program Sekolah Rakyat mampu membentuk karakter sekaligus mengembangkan potensi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Tadi mendengar cerita yang disampaikan Kepala Sekolah membuat kita semua terharu. Tetapi saya juga merasa bangga. Dalam sembilan bulan sepuluh hari ini kita sudah melihat hasilnya seperti yang tadi ditampilkan bersama," ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan siswa tidak hanya terlihat dari kemampuan mereka tampil di atas panggung, tetapi juga dari sikap, kebersamaan hingga berbagai prestasi yang mulai diraih.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Tarakan Buktikan Perubahan Nyata, Wakil Wali Kota: 9 Bulan Karakter Anak Berubah
"Sudah sembilan bulan sejak berdirinya Sekolah Rakyat di Kota Tarakan. Kita melihat kemajuan dan perkembangan siswa yang semakin kompak, memiliki rasa kebersamaan, kepedulian satu sama lain, dan berbagai prestasi yang telah mereka persembahkan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka juga bisa," katanya.
Arbain menjelaskan, Open House tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan sarana memperkenalkan konsep Sekolah Rakyat kepada masyarakat secara lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat langsung lingkungan belajar, metode pendidikan, hingga perkembangan peserta didik yang selama ini mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.
"Melalui kegiatan Open House ini diharapkan masyarakat bisa mengenal program Sekolah Rakyat, lingkungan belajarnya, serta konsep pendidikan inklusif yang dijalankan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk transparansi untuk memperlihatkan capaian perkembangan anak-anak kepada orang tua dan masyarakat," jelasnya.
Ia menuturkan, Program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem yang diperkuat dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 beserta perubahannya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah yang berkolaborasi langsung dengan Kementerian Sosial.
"Melalui landasan hukum tersebut, pemerintah daerah diinstruksikan memfasilitasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tingkat kabupaten dan kota. Dinas Sosial bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah yang berkolaborasi langsung dengan Kementerian Sosial," ujarnya.
Baca juga: Penampilan Siswa Sekolah Rakyat di Tarakan Saat Puisi Pukau Penonton, Ada yang Teteskan Air Mata
Arbain mengatakan, Tarakan patut bersyukur karena menjadi salah satu daerah yang lebih awal mendapatkan kepercayaan menjalankan Program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kita sebagai masyarakat Tarakan wajib bersyukur dan bangga karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah menghadirkan Program Sekolah Rakyat di kota ini. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan," katanya.
Ia menambahkan, proses penjangkauan calon peserta didik baru juga terus dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh kelurahan di Tarakan.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menargetkan sebanyak 270 calon peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dapat bergabung melalui mekanisme penjangkauan tersebut.
"Kami juga telah menghimbau camat, lurah, hingga ketua RT se-Kota Tarakan agar membantu menyampaikan informasi mengenai penerimaan calon peserta didik Sekolah Rakyat. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga proses penjangkauan dapat berjalan dengan baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Arbain menegaskan tujuan utama Sekolah Rakyat bukan hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, membekali keterampilan hidup, serta menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
"Diharapkan anak-anak kita dapat menggapai prestasi dan mengejar cita-citanya dengan baik. Tujuan utama Sekolah Rakyat adalah pemerataan akses pendidikan, pembentukan karakter, penguatan keterampilan, serta menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah