TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Karyawan Tjolo Koffie menegaskan kedai kopi tempat mereka bekerja tidak memiliki kaitan apa pun dengan penggeledahan ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, yang dilakukan tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Barista Tjolo Koffie, Mardi, mengatakan nama kedainya sempat ikut disebut-sebut setelah penggeledahan berlangsung karena lokasinya berdampingan dengan ruko yang menjadi sasaran penyidik.
Ia memastikan seluruh aktivitas di Tjolo Koffie berjalan seperti biasa dan tidak berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani penyidik.
"Mungkin juga karena lokasi kemarin yang digeledah itu kan cafe jadi banyak yang ngiranya tempat ini juga sama. Padahal enggak ada kaitan sama sekali," ujar Mardi.
Hal senada disampaikan rekannya, Hilman (21), yang pada malam penggeledahan sempat dimintai keterangan oleh polisi karena berada di lokasi.
Hilman mengatakan dirinya melihat unggahan di media sosial yang menyebut kedai kopi tempatnya bekerja ikut menjadi lokasi penggeledahan. Ia membantah informasi tersebut.
"Semalam kan pas penggeledahan itu saya sempat ditanyain sama polisi di sini. Nah di medsos saya lihat ada yang bilang ini lokasi yang digeledah.
Padahal enggak ada kaitan sama sekali. Cuma kebetulan aja lokasinya sebelahan," kata Hilman.
Bahkan, ia menyebut pihaknya membantu proses penggeledahan yang dilakukan oleh polisi yakni dengan coba menghubungi office boy (OB) ruko yang akan digeledah namun tak mendapat jawaban.
"Saya disuruh telepon OB-nya karena kebetulan kenal, tapi enggak diangkat. Akhirnya polisi masuk setelah rusak gembok pakai gerinda, nah itu listriknya juga nyoloknya dari sini," kata Hilman.
Menurut Mardi, ruko yang digeledah tersebut selama ini diketahui digunakan sebagai kantor sebuah yayasan.
"Setahu saya cuma yayasan," ujarnya.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui nama yayasan tersebut.
"Enggak tahu. Tahunya cuma yayasan," katanya.
Mardi menuturkan, kantor yayasan itu biasanya beroperasi setiap hari. Para pegawainya juga kerap mampir ke Tjolo Koffie untuk membeli minuman.
"Iya, biasanya banyak orang. Kadang habis dari sana juga ngopi ke sini," ujarnya.
Meski demikian, suasana di kantor yayasan itu berubah beberapa hari sebelum penggeledahan dilakukan.
Menurut Mardi, sekitar tiga hari sebelum polisi datang, aktivitas di kantor tersebut mulai berkurang hingga akhirnya tutup pada hari penggeledahan.
"Pas digeledah enggak ada orang. Kosong. Dari siang memang sudah tutup. Tiga hari sebelumnya masih ramai, baru kemarin itu kosong banget," katanya.
Ruko tiga lantai di Jalan Asem 2 tersebut menjadi lokasi ke-13 dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait penyidikan tiga perkara dugaan korupsi.
Polisi turut membawa sejumlah barang bukti berupa dokumen dan perangkat komputer dari lokasi tersebut.