TRIBUNCIREBON.COM – Harga emas batangan Antam kembali menguat pada Jumat (10/7/2026) setelah sempat melemah selama dua hari berturut-turut. Harga emas 24 karat naik sebesar Rp17.000 per gram, sehingga kini berada di level Rp2.650.000 per gram.
Lantas, bagaimana perkembangan harga emas yang menjadi acuan bagi masyarakat di wilayah Majalengka dan Indramayu?
Berdasarkan informasi dari Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.375.000. Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual seharga Rp25.995.000, sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram (1 kilogram) dipatok Rp2.590.600.000.
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp2.633.000 hingga Rp2.670.000 per gram. Adapun dalam satu bulan terakhir, harga emas tercatat berada pada rentang Rp2.625.000 hingga Rp2.733.000 per gram.
Selain harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.
Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Naik atau Turun? Segera Cek di Sini
Sementara itu, buyback harga emas juga ikut bergerak naik hingga Rp 22.000 dan berada di Rp 2.405.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Naik atau Turun? Segera Cek di Sini
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.375.000
Harga emas 1 gram: Rp 2.650.000
Harga emas 2 gram: Rp 5.240.000
Harga emas 3 gram: Rp 7.835.000
Harga emas 5 gram: Rp 13.025.000
Harga emas 10 gram: Rp 25.995.000
Harga emas 25 gram: Rp 64.862.000
Harga emas 50 gram: Rp 129.645.000
Harga emas 100 gram: Rp 259.212.000
Harga emas 250 gram: Rp 647.765.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.295.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.590.600.000
Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp25.000 per Gram, di Cirebon dan Kuningan Tembus Segini
Dalam setiap transaksi emas batangan Antam, baik pembelian maupun buyback, berlaku ketentuan perpajakan sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pembelian emas dikenai PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak.
Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, pemilik NPWP dikenai pajak 1,5 persen, sedangkan yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 3 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari hasil penjualan.
Sebagai informasi, harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia diperbarui setiap hari mengikuti dinamika pasar logam mulia.
Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Naik atau Turun? Segera Cek di Sini
Konflik AS–Iran Dorong Minat Investor ke Emas
Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti emas.
Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai logam mulia berpotensi menjadi pilihan utama investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Menurutnya, permintaan emas diperkirakan terus meningkat seiring kekhawatiran terhadap durasi konflik, potensi meluasnya ketegangan ke kawasan lain, serta risiko kenaikan inflasi.
Dalam situasi seperti ini, emas kembali dipandang sebagai salah satu aset safe haven yang mampu menjaga nilai investasi saat pasar bergejolak.
Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Naik atau Turun? Segera Cek di Sini
Harga Berpotensi Berubah
Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global maupun domestik. Oleh karena itu, masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas disarankan untuk selalu memantau pembaruan harga sebelum bertransaksi.
Meski mengalami fluktuasi, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena dinilai mampu mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.