aya meminta agar patroli perairan terus ditingkatkan, khususnya dalam mencegah dan menindak praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun bentuk pelanggaran hukum lainnya yang merusak ekosistem laut
Kendari (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperketat pengawasan perairan di wilayah Bumi Anoa untuk mencegah praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan.
Kepala Polda Sultra Irjen Pol Himawan Bayu Aji saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa dirinya meminta kepada Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) untuk memperketat pengawasan dan patroli di wilayah perairan.
"Saya meminta agar patroli perairan terus ditingkatkan, khususnya dalam mencegah dan menindak praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun bentuk pelanggaran hukum lainnya yang merusak ekosistem laut," kata Himawan Bayu saat memimpin Apel Pimpinan di Mako Ditpolairud Polda Sultra.
Dia menyebutkan wilayah maritim Sultra memiliki karakteristik dengan tantangan khusus yang tidak ringan karena faktor geografisnya yang sangat luas. Kendati demikian, ia mengapresiasi dedikasi seluruh personel Ditpolairud yang sejauh ini mampu melaksanakan tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan penuh tanggung jawab.
Selain fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku illegal fishing, Himawan Bayu juga menekankan pentingnya jajaran Ditpolairud dalam memperkuat sinergi dengan instansi maritim terkait dan masyarakat pesisir.
"Kehadiran Polairud harus seimbang antara penegakan hukum dengan pendekatan preventif serta pelayanan masyarakat melalui berbagai program pembinaan," ujarnya.
Beberapa program unggulan yang terus digalakkan antara lain Binmas Perairan, Sambang Nusa, penyediaan perpustakaan dan poliklinik terapung, hingga kesiapsiagaan dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di laut.
Di sisi penguatan internal, Himawan Bayu juga mengingatkan para Kasubdit, Komandan Kapal, dan pejabat fungsi untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap personel agar organisasi tetap berjalan profesional.
Ia menjabarkan empat poin penekanan utama kepada personel, yakni meningkatkan kepekaan deteksi dini gangguan kamtibmas, menguasai kemampuan teknis alutsista, merespons cepat pengaduan masyarakat, serta memperkuat sinergi lintas sektoral.
Pada kesempatan yang sama, ia menyerahkan secara simbolis 552 paket Kelengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) kepada personel Ditpolairud yang terdiri atas 184 topi rimba, 184 kaos cokelat, dan 184 kaos biru Polairud.
"Semoga perlengkapan ini dapat digunakan dengan baik serta menjadi pengingat bahwa rekan-rekan adalah bagian penting dari keluarga besar Polda Sulawesi Tenggara," sebut Himawan Bayu.





