Morgan Rogers tengah menjadi sorotan setelah muncul spekulasi mengenai kemungkinan transfer bernilai besar dari Aston Villa, yang bisa mencapai £130 juta ($175 juta). Namun, Stan Collymore menjelaskan kepada GOAL mengapa nama-nama seperti Phil Foden dan Eberechi Eze kecil kemungkinan akan menjadi target pengganti bagi sesama pemain internasional Inggris tersebut. Pelatih Unai Emery diperkirakan akan memperkuat skuadnya dengan tipe pemain yang berbeda.
Arsenal dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi alternatif setelah sempat dikaitkan dengan Rogers. Villa masih berpeluang mempertahankan Rogers — yang saat ini tengah menjalani tugas di Piala Dunia — untuk tetap bermain di wilayah asalnya, West Midlands. Arsenal disebut berminat, namun juara bertahan Liga Premier itu tampaknya kini mengalihkan perhatian mereka ke gelandang Newcastle, Bruno Guimaraes.
The Gunners diyakini enggan memenuhi harga yang diminta Villa, yang disebut-sebut memecahkan rekor klub, sehingga rumor tersebut bisa mereda. Meski begitu, aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) harus diperhatikan, dan penjualan pemain di musim panas kemungkinan diperlukan untuk menyeimbangkan keuangan klub.
Apabila Rogers benar-benar meninggalkan Villa Park, klub tidak akan kekurangan opsi untuk dipertimbangkan. Beberapa klub besar di Eropa disebut memantau situasinya dengan cermat. Jika kepergian itu terjadi, Emery akan memiliki dana besar untuk mencari pengganti yang sesuai.
Beberapa pendukung menyebut bahwa gelandang kreatif Manchester City, Foden — setelah tidak masuk dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 — mungkin tertarik mencari tantangan baru. Sementara itu, jika Rogers menuju Stadion Emirates, Eze bisa saja mempertimbangkan kepindahan karena peluang bermainnya di bawah Mikel Arteta mungkin akan terbatas.
Ketika ditanya siapa yang sebaiknya menjadi target Villa jika Rogers hengkang, mantan penyerang Villa, Collymore, dalam wawancara eksklusif dengan GOAL bersama BetGoodwin, mengatakan: “Ini situasi yang rumit. Villa harus mematuhi aturan PSR, jadi sebagian besar dana itu akan dialokasikan untuk kepatuhan terhadap peraturan tersebut.”
Ia melanjutkan, “Saya rasa Villa akan mencari pengganti Rogers di posisi sayap atau gelandang serang yang memiliki kecepatan luar biasa. Salah satu kelemahan Villa di sektor sayap adalah kurangnya pemain yang mampu melewati lawan. Mereka sudah mencoba [Evann] Guessand, tapi gagal dan akhirnya dipinjamkan ke Crystal Palace. Leon Bailly juga tidak memenuhi ekspektasi, lalu mereka melepas Donyell Malen — meski dia bisa dianggap sebagai penyerang, kecepatannya bisa menjadi senjata untuk menembus pertahanan lawan.”
“Jadi, saya tidak melihat Villa akan mendatangkan pemain seperti Foden atau Eze. Saya memperkirakan mereka akan mencari pemain muda yang belum terlalu dikenal, mungkin dari Bundesliga atau Serie A, berusia 21 hingga 23 tahun, yang bisa dikembangkan oleh Unai Emery.”
Collymore menambahkan, “Saya juga tidak melihat Villa akan merekrut pemain bintang dengan gaji besar hanya untuk jangka pendek, seperti ketika Marcus Rashford datang dengan status pinjaman. Villa kini fokus membangun generasi berikutnya dari tim mereka. Saya tidak berpikir mereka akan mendatangkan pemain dari klub lain yang mungkin tidak dibutuhkan dan bergaji tinggi. Lihat saja bagaimana Morgan Rogers didatangkan dari Middlesbrough; dia memiliki profil pemain yang telah dipantau selama bertahun-tahun, dibeli dengan harga tepat, waktu yang tepat, dan kini mereka bisa mengembangkannya.”
“Saya yakin Villa akan menerapkan pendekatan yang sama — mencari pemain yang bisa dikembangkan, bukan pemain jadi yang menuntut gaji besar.”
Aston Villa kini menjadi destinasi menarik bagi banyak pemain setelah musim lalu berhasil mengakhiri penantian 30 tahun dengan menjuarai Liga Europa. Meski begitu, Rogers sendiri belum menunjukkan tanda-tanda ingin hengkang. Ia masih terikat kontrak dengan klub hingga tahun 2031. Namun, dengan adanya tekanan dari regulasi finansial dan minat dari klub-klub besar, masa depannya tetap menjadi bahan pembicaraan di bursa transfer.