TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebuah rumah di kawasan Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat dilahap si jago merah. Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Dimana rumah sekaligus digunakan sebagai tempat usaha menghanguskan seluruh isi bangunan beserta kendaraan dan barang berharga di dalamnya.
Peristiwa tragis ini menimpa keluarga Arman, yang kini hanya bisa termenung melihat satu-satunya tempat tinggalnya tak bersisa satupun bangunan yang selamat.
Arman, anak pemilik rumah, tampak syok dan hanya termenung melihat sisa-sisa rumah yang telah hangus terbakar.
Api diduga berawal dari kompor gas yang digunakan untuk memasak, namun dengan cepat merambat ke bagian depan, samping, hingga belakang rumah.
Pada saat kejadian, orang tua Arman sedang beraktivitas seperti biasa pada pagi hari. Sang ibu, Halimatu Sadiah, sedang memasak makanan dan membuat kue untuk dijual.
Sementara sang ayah, Munarsa, sedang menyuling minyak enceran dibelakang warung.
"Emak lagi masak, ayah lagi nyuling minyak enceran," ujar Arman dengan nada pilu saat ditemui Tribun Medan di lokasi, Jum'at (10/7/2026).
Situasi semakin mengerikan karena di dalam warung tersebut terdapat puluhan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram yang ikut meledak saat api membesar.
Arman mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah tabung gas yang berada di dalam warung, sementara informasi tersebut hanya diketahui oleh adik kandungnya.
Warung tersebut diketahui menjual air galon, minyak enceran, dan gas elpiji. Selain itu, terdapat juga dapur kecil di belakang warung yang menjadi lokasi awal mula api berkobar.
Api yang berkobar dengan cepat membesar dan menyambar bangunan di sekitarnya. Dua unit sepeda motor yang berada di dalam rumah juga turut terbakar.
Tak hanya itu, satu unit mobil Toyota Kijang Super BK 1602 NB dan satu sepeda motor yang terparkir di teras depan rumah juga ikut hangus dilahap si jago merah.
Arman menjelaskan bahwa rumah tersebut sudah ditempati keluarganya selama kurang lebih 40 tahun.
Sementara itu, dihalaman rumah, mereka biasa berjualan makanan pagi dan kue basah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Akibat insiden kebakaran ini, kedua orang tua Arman mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan.
Sang ibu terkena luka bakar di wajah, sementara sang ayah mengalami luka bakar di wajah dan tangan.
Kedua orang tua Arman pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Royal Prima untuk mendapatkan perawatan intensif. Bahkan, kondisi mereka mengharuskan tindakan operasi karena luka bakar yang cukup serius.
"Orang tua saya terpaksa harus dilakukan operasi karena terkena api itu," ungkapnya.
Beruntung, istri dan anak Arman selamat dari musibah kebakaran ini. Namun, seluruh berkas berharga dan harta benda di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.
"Habis semua barang berharga di dalam rumah itu, enggak tersisa satupun hanya baju yang digunakan yang saat ini barang yang tersisa dipakai," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 300 juta. Sementara itu, petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera memasang garis polisi (police line) di sekitar area kebakaran, termasuk di warung milik adik Arman, untuk mencegah orang masuk ke lokasi kejadian.
Sementara itu, terlihat di dalam warung milik adiknya itu terdapat sejumlah air galon dan gas elpiji tiga kilogram dan 12 kilogram serta minuman botol masih selamat.
Sehingga Arman masih menjaga warung milik adiknya agar tidak ada orang yang masuk ke area yang telah ditandai oleh pihak kepolisian.
(Cr9/Tribun-medan.com)