TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Telkom University bekerja sama dengan Sari Raya Co., Ltd. Jepang mengembangkan Academic Support System, sistem pendukung pembelajaran yang dirancang untuk membantu pekerja Indonesia di Jepang melanjutkan pendidikan tinggi melalui skema Open and Distance Learning (ODL) atau pembelajaran terbuka dan jarak jauh.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim dosen Telkom University ke Jepang pada 2–6 November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, tim berdiskusi dengan Sari Raya Jepang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pekerja Indonesia yang ingin melanjutkan studi sambil bekerja.
Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Ahmad Tri Hanuranto dari Fakultas Teknik Elektro Telkom University dengan dukungan pendanaan internal Telkom University bersama Sari Raya Jepang.
Melalui program tersebut, Telkom University mengembangkan sistem pendamping akademik yang membantu pekerja Indonesia mengikuti perkuliahan secara lebih efektif tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka di Jepang.
Selama ini, Telkom University telah memiliki Learning Management System (LMS) sebagai platform utama pembelajaran daring.
Namun, sistem tersebut umumnya digunakan oleh mahasiswa reguler yang telah terbiasa dengan teknologi digital.
Berbeda dengan pekerja Indonesia di Jepang yang sebagian besar telah lama meninggalkan bangku pendidikan dan memiliki tingkat literasi digital yang beragam.
Selain harus beradaptasi kembali dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi, para pekerja juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara pekerjaan dan aktivitas akademik.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Academic Support System dikembangkan sebagai layanan pendamping yang membantu mahasiswa sejak proses pendaftaran hingga menyelesaikan perkuliahan.
Sistem ini akan dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti panduan penggunaan LMS, layanan registrasi perkuliahan, pengingat jadwal kuliah dan ujian, akses informasi akademik, hingga asisten pembelajaran personal berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kehadiran fitur-fitur tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa mengelola waktu belajar secara lebih efektif di tengah kesibukan bekerja.
Dalam implementasinya, Sari Raya Jepang berperan sebagai mitra lokal sekaligus pusat pendampingan bagi pekerja Indonesia yang mengikuti program pendidikan.
Pendampingan ini tidak hanya mencakup aspek teknis penggunaan sistem, tetapi juga membantu mahasiswa ketika menghadapi berbagai kendala akademik selama proses pembelajaran.
Academic Support System juga dirancang terintegrasi dengan berbagai layanan akademik Telkom University, seperti Learning Management System (LMS), Computer-Based Test (CBT), sistem penerimaan mahasiswa baru, layanan tutorial, serta berbagai aktivitas akademik yang diselenggarakan di Jepang. Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih komprehensif dan mudah diakses oleh mahasiswa pekerja.
Ketua program, Ahmad Tri Hanuranto, mengatakan bahwa pengembangan sistem ini merupakan upaya Telkom University untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi pekerja Indonesia di luar negeri melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Kami ingin menghadirkan sistem pendamping yang mampu membantu pekerja Indonesia menjalani proses perkuliahan secara lebih mudah dan terarah. Harapannya, keterbatasan waktu maupun adaptasi terhadap teknologi tidak lagi menjadi hambatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi," ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Telkom University berharap semakin banyak pekerja Indonesia di Jepang yang memiliki kesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus mengorbankan karier profesional mereka.
Selain memperluas akses pendidikan, kerja sama dengan Sari Raya Jepang juga diharapkan menjadi model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi dan mitra industri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri. (***)