SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemkot Malang menjanjikan kendaraan angkutan pelajar gratis bisa beroperasi pada hari pertama tahun ajaran baru dimulai.
Tahun ajaran baru sekolah di Kota Malang akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2027.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, regulasi teknis sebagai dasar pelaksanaan program tersebut saat ini telah disetujui di tingkat provinsi.
Selanjutnya, diterbitkan Perwali sebagai petunjuk teknis pelaksanaan program.
“Dalam waktu dekat akan beroperasi. Iya, di tahun ajaran baru,” kata Wahyu Hidayat kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (10/7/2026).
Keberadaan angkutan pelajar yang gratis ini akan dioperasikan oleh angkutan kota. Pelajar boleh naik angkutan tersebut tanya dipungut biaya.
Angkutan kota menggantikan bus sekolah yang dulunya pernah beroperasi di Kota Malang saat wali kota dijabat oleh M Anton.
Bus sekolah yang selama ini telah beroperasi akan dievaluasi.
Hasil evaluasi akan menentukan apakah bus tersebut masih bisa dioperasikan kembali atau tidak.
Baca juga: Terjepit Sekolah Favorit, SDN Tunjungsekar 4 Kota Malang Hanya dapat 17 Murid Baru
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Malang terus menyosialisasikan rencana pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pelaksanaan program angkutan pelajar gratis akan melibatkan sopir angkutan kota yang selama ini beroperasi di wilayah Kota Malang.
“Kami melakukan finalisasi dan percepatan. Memang kami targetkan bisa beroperasi pertengahan Juli ini,” ujar Widjaja.
Widjaja menjelaskan, para sopir akan mendapatkan pembayaran dari Pemkot Malang. Pembayaran dihitung berdasarkan jarak operasional.
Biaya operasional kendaraan dihitung berdasarkan jarak tempuh setiap kendaraan. Nilai sementara diproyeksikan sebesar Rp 6.700 per kilometer.
Namun, nilai tersebut masih bisa berubah jika dalam pembicaraan terbaru nanti ada kesepakatan baru.
Pemkot Malang juga telah memproyeksikan rute pelayanan angkutan pelajar gratis.
Setiap unit angkutan tidak hanya akan melintasi rute eksisting angkutan kota, tetapi juga diarahkan masuk ke lokasi sekolah yang belum terjangkau transportasi umum.
“Misalnya di SMP Negeri 23, angkutan kami masukkan ke sana,” kata Widjaja.
Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Organisasi Angkutan Darat Kota Malang Purwono Tjokro Darsono mengatakan empat koperasi atau paguyuban angkutan kota telah berkomunikasi secara intensif dengan Dishub Kota Malang.
Komunikasi tersebut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari jumlah kendaraan, rute pelayanan, biaya operasional, hingga mekanisme pembayaran kepada sopir.
Purwono memperkirakan terdapat 66 sopir angkutan kota yang akan dilibatkan dalam tahap pelaksanaan program angkutan pelajar gratis.
Terkait mekanisme pembayaran, pencairan dana kepada sopir nantinya akan dilakukan melalui koperasi atau paguyuban angkutan kota.
“Berdasarkan skema yang telah dibahas, koperasi akan mengajukan tagihan kepada Dishub Kota Malang setelah kendaraan beroperasi selama 30 hari,” terangnya.
Setelah pembayaran dari Dishub Kota Malang dicairkan, koperasi kemudian menyalurkan biaya operasional tersebut kepada masing-masing anggota.
“Urutannya, setelah berjalan dalam kurun waktu 30 hari, koperasi akan melakukan penagihan ke Dishub. Setelah cair, baru koperasi membayarkan kepada anggota. Kurang lebih seperti itu,” kata Purwono.
Purwono menilai, program angkutan pelajar gratis dapat meringankan biaya transportasi siswa. Selain itu juga menghidupkan kembali operasional angkutan kota yang selama ini mengalami penurunan jumlah penumpang.
Baca juga: Suwarjana: Sekolah Kurang Murid Karena Program KB Berhasil, Sekolah Bisa Ditutup Jika Terus Sepi