Suwarjana: Sekolah Kurang Murid Karena Program KB Berhasil, Sekolah Bisa Ditutup Jika Terus Sepi
Eko Darmoko July 10, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang menilai menurunnya jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar negeri bukan semata-mata disebabkan persaingan dengan sekolah swasta.

Kondisi tersebut lebih dipengaruhi berkurangnya jumlah anak usia sekolah dasar akibat menurunnya angka kelahiran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, mengatakan keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu faktor yang membuat populasi anak usia SD terus menyusut.

Hal itu ia katakan menjawab pertanyaan mengapa ada sekolah dasar yang kekurangan murid di Kota Malang.

"Karena satu, program KB berhasil. Pertumbuhan penduduk berkurang. Yang terdampak sekarang adalah usia sekolah SD."

"Kalau SMP masih penuh, bahkan masih banyak peminatnya. Sekarang memang trennya jumlah anak usia sekolah dasar berkurang," ujar Suwarjana kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (10/7/2026).

Dikutip dari Badan Pusat Statistik Kota Malang, jumlah kelahiran meningkat dari 1.521 jiwa pada 2020 menjadi 2.452 jiwa pada 2021, kemudian meningkat cukup tajam menjadi 8.164 jiwa pada 2022.

Baca juga: Terjepit Sekolah Favorit, SDN Tunjungsekar 4 Kota Malang Hanya dapat 17 Murid Baru

Sedangkan Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat 21.042 bayi lahir pada 2020, sedangkan pada 2021 tercatat 7.137 bayi dilahirkan, termasuk 7.101 kelahiran hidup.

Menurutnya, fenomena berkurangnya jumlah siswa baru terjadi hampir merata di berbagai sekolah dasar negeri di Kota Malang.

Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti sekolah negeri kalah bersaing dengan sekolah swasta. Bahkan, menurutnya, sekolah swasta juga mengalami tantangan serupa dalam memperoleh peserta didik baru.

"Bukan kalah bersaing dengan swasta. Swasta yang bersaing dengan negeri juga sama-sama mengalami jumlah murid yang kecil," katanya.

Pihaknya  akan terus memantau perkembangan jumlah peserta didik dalam beberapa tahun ke depan. Evaluasi akan dilakukan apabila penurunan jumlah siswa berlangsung secara terus-menerus.

"Kita lihat tiga tahun ke depan. Kalau memang terus berkurang, ya bisa saja sekolah itu ditutup," ujarnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Dinas Pendidikan dak Kebudayaan Kota Malang tetap memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan murid.

Salah satunya melalui promosi dan penyebarluasan informasi mengenai keunggulan masing-masing sekolah kepada masyarakat.

Baca juga: Alun-alun Merdeka Kota Malang Jadi Titik Aksi Bersih-Bersih Serentak Indonesia Asri

"Kami tetap memberikan dukungan kepada sekolah untuk promosi. Informasi mengenai sekolah tersebut juga terus kami perbarui agar masyarakat mengetahui program-program yang dimiliki sekolah," katanya.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah, Muflikh Adhim mengatakan ada sekolah yang hanya menerima lima siswa baru. Alih-alih menutup sekolah, Muflikh mengatakan potensi merger antara satu sekolah dengan sekolah yang lain ketika jumlah murid terus berkurang.

Kekurangan murid di sekolah tidak berdampak pada beban kerja guru. Guru tetap memiliki tanggung jawab mengajar 24 jam sepekan. Jumlah jam mengajar berkaitan dengan pemenuhan persyaratan sertifikasi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.