TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Harga kopi di Kabupaten Jember selama musim panen 2026 mengalami fluktuasi. Meski dalam beberapa hari terakhir sempat menunjukkan tren kenaikan, harga kopi di tingkat petani masih berada di bawah capaian musim panen tahun lalu.
Pada musim panen 2025, harga kopi green bean di tingkat petani berada di kisaran Rp 65.000-Rp 70.000 per kilogram. Sementara pada panen 2026, harga bergerak di kisaran Rp 55.000-Rp 65.000 per kilogram, tergantung kualitas dan kondisi pasar.
Musim panen kopi di Jember telah berlangsung sejak Mei dan diperkirakan berakhir pada September 2026. Puncak panen umumnya terjadi pada Juni hingga Agustus, ketika pasokan kopi dari sentra produksi meningkat.
Baca juga: Bondowoso Republik Kopi Reborn, Siapkan Strategi Bangkitkan Industri Kopi dari Hulu ke Hilir
Petani kopi di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Sigit, mengatakan harga kopi masih mengalami perubahan dari hari ke hari. Menurutnya, pada Jumat (10/7/2026) harga kembali turun setelah sempat menguat sehari sebelumnya.
"Padahal kemarin naik dibandingkan tiga hari sebelumnya. Namun hari ini ada informasi turun lagi. Tetapi sejak ada perjanjian damai terkait perang Iran (pertengahan Juni) harga kopi cenderung relatif naik," ujar Sigit, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, harga kopi di tingkat petani, Kamis (9/7/2026) sempat mencapai Rp 60.000 per kilogram, namun sehari kemudian turun menjadi sekitar Rp 58.000 per kilogram.
Baca juga: Kreatif, Barista di Bondowoso Ciptakan Minuman E-Kotang, Hasil Perpaduan Kopi dan Tape
Pengurus Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Sidomukti, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jaelani, menyebut harga kopi di wilayahnya justru menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, harga kopi robusta untuk petik asalan berada di kisaran Rp55.000 per kilogram, sedangkan petik merah mencapai sekitar Rp64.000 per kilogram.
"Untuk robusta yakni Rp 55.000 per kilogram untuk petik asalan, dan petik merah sekitar Rp 64.000 per kilogram. Kalau di kawasan kami, harga kopi cenderung naik beberapa hari terakhir," kata Jaelani.
Meski demikian, Jaelani menilai harga kopi tahun ini secara umum masih lebih rendah dibandingkan musim panen tahun lalu.
Baca juga: 141 Petani Kopi Bondowoso Resmi Kelola 343 Hektare Lahan Perhutani, Kini Punya Kepastian Hukum
Kabupaten Jember merupakan salah satu dari lima daerah penghasil kopi robusta terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi robusta di daerah ini mencapai sekitar 10.416 ton per tahun.
Produksi tersebut berasal dari sedikitnya 12 kecamatan yang berada di kawasan lereng Pegunungan Argopuro, Raung, Gumitir, dan Mandiku.
Kecamatan Silo menjadi sentra produksi terbesar dengan hasil sekitar 1.900 ton per tahun. Selain itu, kopi juga banyak dihasilkan dari Kecamatan Sumberjambe, Arjasa, Panti, Sukorambi, Mayang, Sumberbaru, Tanggul, dan Tempurejo.