WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah pejabat, tokoh nasional, dan artis hadir dalam prosesi pemakaman Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Pantauan Warta Kota di lokasi, para pelayat berdatangan ke area pemakaman di Blok Z TMP Kalibata.
Hadir dalam prosesi itu Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk F. Paulus, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.
Dari jajaran Partai NasDem, tampak Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Prananda Paloh, Saan Mustopa, serta sejumlah anggota Fraksi Partai NasDem di DPR RI.
Prosesi pemakaman juga dihadiri sejumlah artis, di antaranya Irfan Hakim dan Christine Hakim.
JK mengenang almarhum Rachmat Gobel sebagai sosok yang ramah, disiplin, dan memiliki kontribusi besar, baik di dunia usaha maupun politik.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Pak Rachmat ini orang yang sangat baik, ramah. Dengan latar belakang sebagai pengusaha sekaligus politisi, hampir sama dengan saya, politisi pengusaha atau pengusaha politisi," ujar JK, di TMP Kalibata.
Baca juga: Pakai Adat Gorontalo, Jenazah Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta Selatan
Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang mudah bergaul dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan.
"Dan tentunya sangat berjasa beliau, dia berteman dengan semua orang, memahami masalah dan sangat ramah. Itu ciri beliau," katanya.
JK juga menilai bahwa Rachmat Gobel sebagai sosok yang disiplin dan memiliki wawasan luas.
"Beliau selalu rajin dan tepat waktu menghadiri berbagai acara, baik kepada semua orang. Pengetahuannya juga cukup baik karena lama menempuh pendidikan di luar negeri," ujarnya.
Senada dengan JK, Jimly menyebut almarhum sebagai pribadi yang sederhana dan tidak membatasi pergaulan meski dikenal sebagai pengusaha sukses.
"Alhamdulillah, saya kira ini orang baik, meninggal di hari Jumat, hari yang baik, sebelum Subuh gitu kan. Dan dari kesaksian banyak sekali orang yang bergaul dengan beliau, ya beliau ini orang baik," kata dia.
"Kaya tapi tidak karena kaya dia tidak bergaul dengan yang tidak punya. Jadi dia akrab dengan siapa saja. Saya sendiri merasa beruntung beliau pun pernah bersilaturahmi ke rumah saya. Jadi untuk menggambarkan bahwa ini orang, orangnya luwes," tuturnya.
Ia juga mengaku terkejut mendengar kabar wafatnya Rachmat Gobel karena sebelumnya tidak mengetahui almarhum mengalami sakit jantung.
"Saya tidak tahu kalau beliau sakit. Dan semua orang juga merasa kaget beliau sakit itu, sakit jantung. Saya juga punya masalah jantung. Memang jantung ini bahaya, kalau heart attack itu bisa meninggalnya mendadak kayak ini," ucap Jimly.
"Ya pokoknya kita tidak tahu kapan Allah memanggil kita, maka ini jadi contoh. Bagaimana semua orang yang tua, yang muda, harus mempersiapkan diri untuk kembali kepada Allah. Nah mudah-mudahan nanti semua pengabdian beliau kepada negara, kepada bangsa dan juga dunia bisnis. Beliau pengusaha sukses sekali. Nah jadi mudah-mudahan dia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," lanjut dia.
Dimakamkan di TMP Kalibata
Prosesi pemakaman dilakukan secara militer yang dipimpin prajurit TNI dari Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I Jakarta.
Sebelum diberangkatkan ke TMP Kalibata, keluarga melepas jenazah dalam prosesi penghormatan terakhir.
Keranda yang membawa jenazah kemudian dinaikkan ke atas truk terbuka untuk diberangkatkan menuju ke TMP Kalibata.
Tiba di TMP Kalibata pukul 14.00 WIB, jenazah ditandu menggunakan usungan berbalut adat Gorontalo dengan iringan tabuhan genderang sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Prosesi dilanjutkan dengan upacara pemakaman militer yang dipimpin Inspektur Upacara, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa.
Putra almarhum, Mohammad Arif Gobel mengatakan, keluarga kehilangan sosok yang tidak hanya berperan sebagai ayah, tetapi juga menjadi panutan bagi seluruh anggota keluarga.
"Beliau bukan hanya seperti ayah, om, kakak, atau adik, tetapi juga sebagai guru dan mentor bagi kami semua. Hari ini keluarga sangat kehilangan," ujar Arif di TMP Kalibata, Jumat.
Arif juga memohon doa dari masyarakat agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan segala kekurangannya dimaafkan," katanya.
Mengenai kondisi almarhum sebelum meninggal dunia, Arif menyampaikan ayahnya tidak memiliki riwayat sakit.
"Ya memang waktu enggak ada yang tahu ya, tapi Alhamdulillah almarhum kembali dengan keadaan yang paling ideal, tanpa sakit, tanpa apa," tuturnya.
"Tidak, tidak ada sakit, hanya memang mungkin ini waktunya lah ya," sambung Arif.
Ia juga menjelaskan, prosesi adat Gorontalo yang mengiringi pemberangkatan jenazah merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang dijunjung tinggi oleh almarhum.
"Beliau sangat menjunjung tinggi adat Gorontalo. Karena itu keluarga akan terus melestarikan adat tersebut, termasuk dalam prosesi penghormatan terakhir ini," kata Arif. (m31)