TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan instruksi khusus kepada seluruh wali kota di Jakarta untuk turun langsung meredam aksi tawuran yang masih marak terjadi dan melibatkan anak-anak maupun remaja.
Instruksi tersebut disampaikan Pramono menyusul kasus tawuran di Jalan Rawajati Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, yang menewaskan seorang remaja. Dalam kasus itu, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, tiga di antaranya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
"Saya minta kepada jajaran terkait, terutama wali kota setempat, untuk melakukan pendekatan agar tawuran pelan-pelan bisa kita kurangi," ujar Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026), dikutip dari Kompas.com.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah melakukan berbagai upaya pencegahan agar anak-anak dan remaja tidak terlibat tawuran, salah satunya dengan memperbanyak fasilitas olahraga yang bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang beraktivitas positif.
Menurut dia, keberadaan fasilitas olahraga diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, minat, dan bakat sehingga tidak terseret aksi kekerasan di jalanan.
Meski begitu, Pramono mengakui tawuran masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.
Karena itu, ia meminta para wali kota tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar guna mencegah munculnya konflik antarkelompok.
"Memang masih ada dan saya mendapatkan laporan itu," kata Pramono.
Menurutnya, penanganan tawuran tidak bisa hanya dilakukan ketika peristiwa sudah terjadi.
Dibutuhkan keterlibatan pemerintah kota bersama masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih kondusif bagi anak-anak dan remaja agar kasus serupa tidak terus berulang.