BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Universitas Bangka Belitung (UBB), bekerja sama menggelar seminar sosialisasi beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, Jumat (10/7/2026).
Digelar di Gedung Balai Betason, Kampus Terpadu UBB, dihadiri langsung oleh Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, serta ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bangka Belitung.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan LPDP menyediakan berbagai program beasiswa untuk jenjang magister, doktor, dokter spesialis, subspesialis, hingga fellowship bagi putra-putri terbaik Indonesia.
"Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah, dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendanaan pendidikan," ujar Larso.
Pihaknya mengungkapkan penerima beasiswa akan memperoleh pendanaan pendidikan yang mencakup biaya pendaftaran, uang kuliah (SPP), tunjangan buku, biaya penelitian tesis atau disertasi, seminar internasional hingga publikasi jurnal internasional.
"LPDP juga memberikan dana pendukung berupa biaya transportasi, pengurusan visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, biaya hidup bulanan, dukungan mengikuti lomba internasional, dana keadaan darurat serta tunjangan keluarga khusus bagi penerima beasiswa jenjang doktor, dokter spesialis dan subspesialis," ucapnya.
Bagi penyandang disabilitas, LPDP juga menyediakan dukungan tambahan untuk pendamping, meliputi biaya pengurusan visa, transportasi, asuransi kesehatan, tunjangan, serta biaya pendukung lainnya yang disetujui oleh LPDP.
Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim mengatakan sosialisasi ini menjadi kesempatan penting bagi sivitas akademika di Bangka Belitung untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai peluang beasiswa LPDP.
"Kita berharap semakin banyak dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa UBB dan perguruan tinggi di Bangka Belitung yang mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah," ucap Ibrahim.
Rektor UBB mengatakan kondisi terkini kualitas sumber daya manusia, di Bangka Belitung yang masih perlu ditingkatkan.
Pihaknya membeberkan rata-rata lama sekolah masyarakat di provinsi ini baru mencapai 8,6 tahun, yang berarti secara rata-rata baru menyelesaikan pendidikan hingga kelas 3 SMP.
Selain itu, Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi (APK PT) Bangka Belitung berada di peringkat ketiga terbawah secara nasional, yaitu sekitar 20 persen, hanya di atas Provinsi Papua dan Papua Pegunungan.
“Kita kaya akan sumber daya alam, namun kita harus waspada terhadap teori kutukan sumber daya alam. Jika tidak mempersiapkan SDM yang mumpuni, maka 5-10 tahun kedepan ketika kekayaan alam ini habis, yang tersisa hanyalah kemiskinan dan daerah tertinggal. Inilah alasan utama kami begitu gencar mendorong peningkatan pendidikan," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)