Jakarta (ANTARA) - Serial adaptasi baru dari seri novel klasik "Little House on the Prairie" karya Laura Ingalls Wilder resmi tayang di Netflix sejak Kamis (9/7).

Perbedaan dari serial klasik NBC berjudul sama yang ditayangkan dari tahun 1974 hingga 1983, adaptasi terbaru turut mengangkat cerita suku Osage yang terhubung dengan narasi perjalanan keluarga Ingalls pada awal mereka membangun lahan pertanian di Independence, Kansas.

"Suku Osage ada di mana-mana dalam bukunya, tetapi kita sama sekali tidak mengenal mereka. Dan saya berpikir, 'yah, kita harus mengenal mereka. Saya harus mencari cara agar kita bisa mengenal mereka'," kata kreator serial "reboot" Netflix Rebecca Sonnenshine dilansir dari Variety, Kamis (9/7) waktu setempat.

Untuk mewujudkan hal itu, Rebecca melakukan riset mendalam serta bekerja sama dengan konsultan cerita bernama Robert Warrior.

Sebagai penggemar berat karya Wilder, Sonnenshine berusaha keras menonjolkan nilai-nilai keluarga, komunitas, serta kebaikan, sekaligus memperkenalkan kisah klasik ini kepada generasi penonton baru.

Ia gencar menawarkan proyek tersebut kepada layanan streaming dan produser acara ketika mengetahui bahwa reboot "Little House" sedang dalam pengerjaan.

Dia merasa mendapatkan pekerjaan itu bukan karena mengabaikan pekerjaannya di serial supranatural, horor, dan genre seperti "The Vampire Diaries", tetapi justru karena ia tahu banyak tentang "Little House on the Prairie".

"Para produser berkata, 'Wow, kamu tahu banyak tentang Little House on the Prairie!' Ya, memang, saya tahu banyak tentangnya," kata Sonnenshine.

Menurut Sonnenshine, dunia "Little House" menarik karena dapat dinikmati secara sinematik sehingga benar-benar memberinya cara berpikir sejak kecil untuk melihat sesuatu dalam bentuk gambar.

"Dan saya pikir itu benar-benar mengarahkan saya untuk menjadi seorang pembuat film secara umum," kata Sonnenshine.

Cerita "Little House" versi Sonnenshine masih berpusat pada kisah Laura Ingalls muda (Alice Halsey) saat ia dan keluarganya — ayah Charles (Luke Bracey), ibu Caroline (Crosby Fitzgerald), dan kakak perempuannya Mary (Skywalker Hughes) — pindah dari rumah mereka di Wisconsin untuk membangun kehidupan baru di Kansas.

Namun, kehidupan suku Osage mendapatkan porsi yang layak. Ia memperkenalkan keluarga Mitchell sebagai refleksi dari kehadiran suku Osage di wilayah tersebut.

Anggota keluarga Mitchell diperankan oleh Meegwun Fairbrother (sebagai William), Alyssa Wapanatâhk (White Sun), dan Wren Zhawenim Gotts (Good Eagle).

Sonnenshine berharap ceritanya dapat dinikmati oleh keluarga dan menjadi tontonan yang mendidik. Ada didikan tentang bekerja dengan tangan seperti keluarga Ingalls dan keterampilan "Do It Yourself" (DIY) atau membuat, memperbaiki, atau melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan profesional.

Bagi Sonnenshine, keterampilan itu bukan ranah eksklusif, tapi keterampilan hidup biasa saja yang boleh dipelajari oleh siapa saja.

"Saya pikir orang-orang konservatif sangat tertarik pada kisah-kisah penduduk asli Amerika, jujur ​​saja," kata dia.

Sonnenshine menanggapi kritik mengenai istilah "sadar sosial" atau "woke" dengan tenang.

Baginya, istilah tersebut berarti kewaspadaan terhadap ketidakadilan rasial.

"Jadi, ketika ada orang lain mengatakan, 'Saya harap ini bukan 'woke',' saya berpikir, 'Benarkah? Oh, itu menarik.' Tapi saya rasa orang-orang tidak mengartikan itu seperti saya yaitu kesadaran dan kewaspadaan terhadap ketidakadilan dan prasangka sosial, khususnya prasangka rasial," kata Sonnenshine.

Ia menduga reaksi negatif pada "woke" muncul karena ketakutan penonton akan perubahan memori lawas yang tersimpan di benak mereka.

"Saya pikir orang hanya takut pada apa pun yang mereka takuti, dan itu tidak apa-apa. Tetapi jujur ​​saja, saya pikir tidak ada yang perlu ditakutkan dan ini adalah cerita yang akan benar-benar beresonansi dengan semua orang," kata Sonnenshine.