Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM-Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal, khususnya melalui ruang digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri dan Wali Kota Ambon di Ruang Kerja Wali Kota Ambon, Kamis (10/7/2026).
Salah satu isu utama yang dibahas ialah tingginya risiko penyebaran paham radikal melalui media digital. Karena itu, Satgaswil Maluku mendorong Pemkot Ambon meningkatkan edukasi penggunaan gawai dan media sosial secara bijak, terutama bagi generasi muda.
Baca juga: CV Melina Utama Beberkan Bukti Dugaan Penipuan Eks Karyawan, Bantah Mangkir Mediasi
Baca juga: Karya Erasth Jansen So Terpilih Sebagai Logo dan Maskot Kongres XL GMKI 2027
Kombes Pol. I Wayan Sukarena menegaskan keberhasilan program pencegahan radikalisme dan deradikalisasi tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga memerlukan dukungan aktif pemerintah daerah.
"Kita di densus 88 juga memerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah," ungkapnya.
Lanjut dikatakan, Densus 88 selama ini terus menjalankan berbagai program pencegahan di Maluku. Namun, upaya tersebut perlu diperluas melalui sosialisasi yang menyasar kelompok rentan, terutama pelajar dan remaja.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi Densus 88 dengan menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan, serta jajaran camat dan lurah menyusun program pengawasan dan edukasi digital yang terintegrasi.
"Pemkot Ambon juga akan memperkuat literasi digital di sekolah-sekolah agar pelajar memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta terhindar dari konten yang mengandung paham radikal," pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap Kota Ambon tetap menjadi daerah yang aman, harmonis, dan toleran, sekaligus melahirkan generasi muda yang cerdas digital, bijak memanfaatkan teknologi informasi, serta memiliki komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(*)