Perintah Presiden Prabowo, Ayam Menu MBG Jangan Dipotong Kecil-kecil!
Christoper Desmawangga July 10, 2026 09:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terkait standardisasi porsi lauk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah.

Prabowo menegaskan agar pemotongan satu ekor ayam untuk menu makanan anak-anak sekolah dan ibu hamil tidak dibuat dalam ukuran yang terlalu kecil.

Langkah ini diambil guna memastikan pemenuhan gizi dan protein bagi generasi penerus bangsa dapat terpenuhi secara optimal dan merata.

Baca juga: Lagi Dikaitkan dengan 3 Kasus, Jampidsus Febrie Adriansyah Bongkar Ada 47 Nama Terseret Korupsi MBG

Dalam arahannya, Presiden membandingkan budaya konsumsi protein di negara maju dengan kebiasaan yang selama ini terjadi di tengah masyarakat Indonesia.

Menurutnya, pemotongan daging ayam yang terlalu ekstrem justru akan mengurangi substansi dan nilai gizi dari program prioritas tersebut.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas fisik dan kecerdasan anak-anak melalui asupan makanan yang layak dan bermutu tinggi.

Pernyataan strategis mengenai teknis pembagian porsi lauk pauk ini disampaikan di sela-sela kunjungan kerja dinas di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Sorotan Media Asing terhadap Program MBG, Dugaan Korupsi, Boros Anggaran hingga tak Tepat Sasaran

Kehadiran Presiden di daerah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi implementasi program jaminan sosial di sektor pangan dan kesehatan.

Pembahasan mengenai rincian menu ini sengaja diangkat agar para pelaksana program di lapangan memiliki standar yang sama dalam menyajikan makanan bergizi.

Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin program unggulan ini dijalankan secara setengah-hati atau sekadar memenuhi formalitas.

Presiden menginginkan agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar berdampak langsung pada perbaikan gizi masyarakat di berbagai daerah.

Baca juga: Dapur MBG Rutan Samarinda Capai 70 Persen, Libatkan Warga Binaan sebagai Bagian Pembinaan

Pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan penyajian menu makanan di sekolah-sekolah akan terus ditingkatkan secara berkala.

Secara khusus, instruksi ini diarahkan langsung kepada lembaga yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan pemenuhan nutrisi nasional.

Meskipun beberapa pejabat terkait tidak mendampingi secara langsung di lokasi, arahan tersebut tetap disampaikan secara terbuka sebagai pedoman kerja yang mengikat.

Hal ini dilakukan demi menjaga transparansi dan efektivitas distribusi pangan bergizi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Soroti Anggota Polri dan TNI Terseret Korupsi MBG, Pukat UGM Singgung Potensi Abuse of Power

Prabowo mengatakan, di Amerika Serikat, satu orang biasa mengonsumsi 1/4 ekor ayam dalam sekali sesi makan.

Hal tersebut Prabowo sampaikan sebelum meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).

"Kalau negara kaya kayak Amerika, 1 orang (red-ayam) dipotong 4. Satu orang makan 1/4. Kalau kita, 1 ayam dipotong 8 atau 10. Paling kecil 12. Jangan pula dipotong 18 atau 22," ujar Prabowo yang mengundang tawa masyarakat Lombok Barat.

"Ayam dipotong 10, ayam dipotong 20, kelihatan makannya ayamnya sedikit-sedikit," sambungnya.

Baca juga: Usai Jenderal Polisi Tersangka MBG, Kejagung Ungkap Oknum TNI Aktif Terlibat Pengadaan Motor BGN

Prabowo lantas meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk mendengarkan pidatonya, meski tidak hadir di lokasi.

Prabowo meminta menu telur pada MBG dibuat telur rebus atau ceplok saja, jangan didadar.

"Kalau dadar dicampur macam-macam bisa 4 orang makan satu ayam. Apalagi itu scrambled egg, orek. Nanti oreknya sedikit lagi ya," ucap Prabowo.

Prabowo pun memastikan bahwa MBG akan terus dilanjutkan.

Baca juga: Sorotan Media Asing terhadap Program MBG, Dugaan Korupsi, Boros Anggaran hingga tak Tepat Sasaran

Menurutnya, makanan bagi generasi penerus harus bisa membuat sel otak dan otot berkembang dengan baik.

Prabowo berharap, anak-anak yang memakan MBG bisa jadi ilmuwan dan dokter di masa depan.

"Kalau makan enggak bagus, tidak maksimal. Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu hamil," kata Prabowo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.