Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkolaborasi dengan Universitas Padjajaran (Unpad) memperkuat literasi masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi tahun 2026 di 74 desa di Jawa Barat.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz mengatakan Unpad menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan Perpusnas dalam pelaksanaan KKN Tematik Literasi tahun ini. Sebelumnya, pada 2025, program tersebut melibatkan 21 perguruan tinggi dengan sekitar 10.400 mahasiswa di 17 provinsi.

"Tahun ini ada penambahan dua perguruan tinggi, salah satunya Unpad. Setelah berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami melihat adanya kebutuhan untuk bersama-sama meningkatkan pembangunan kecakapan literasi di Jawa Barat," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Menurut Aminudin, Jawa Barat memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, tetapi masih memiliki ruang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).

"IPM-nya tinggi, tetapi secara keseluruhan literasinya masih rendah, tingkat kegemaran membaca juga masih rendah. Mungkin membaca media sosial tinggi, tetapi membaca yang lebih serius masih menjadi tantangan," katanya.

Melalui program KKN Tematik Literasi, pada 2026, Perpusnas menjangkau 1.000 lokus di 18 provinsi. Khusus di Jawa Barat, 74 desa menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Di lokasi tersebut sekitar 740 mahasiswa Unpad akan terlibat secara langsung dalam implementasi program literasi yang didukung Perpusnas.

Program tersebut difokuskan pada penguatan literasi keuangan, pengentasan kemiskinan dan kesehatan. Untuk mendukung pelaksanaannya, Perpusnas telah menyediakan sekitar 1.000 judul koleksi buku di setiap desa lokasi KKN sebagai sumber belajar bagi mahasiswa dan masyarakat.

"Kalau mahasiswa yang menggarap literasi berada di desa, di sana sudah tersedia seribu judul buku. Artinya, untuk 74 desa sudah tersedia sekitar 74 ribu judul buku. Ini merupakan bentuk komitmen Perpusnas dalam membangun budaya literasi bersama perguruan tinggi," tuturnya.

Aminudin menilai mahasiswa memiliki kedekatan yang lebih baik dengan masyarakat, sehingga mampu menjadi penggerak literasi di tingkat desa.

"Mahasiswa biasanya lebih mudah diterima masyarakat. Mereka datang bukan sebagai PNS, melainkan sebagai mitra yang bekerja dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa bersama-sama membangun kecakapan literasi masyarakat desa sebagai tanggung jawab kita bersama," paparnya.

Sementara itu, Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita menyampaikan KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat. Selain menjadi wahana belajar di luar kampus, KKN juga diharapkan mendukung berbagai program pemerintah sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kami mengucapkan selamat belajar dan selamat melaksanakan KKN. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar langsung dari masyarakat. Kami juga menitipkan nama baik Universitas Padjadjaran agar senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Asep Sukmana menyatakan program KKN tahun ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan literasi.