TRIBUNNEWS.COM - Persiapan Timnas Belgia menghadapi Spanyol di babak 8 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB semakin mantap.
Hal itu lantaran mereka mendapatkan kunjungan spesial dari Raja dan Ratu Belgia yang datang untuk menghadiri acara makan malam.
Raja Philippe dan Ratu Mathilde hadir langsung pada sesi itu sembari memberikan semangat kepada para pemain.
Kiprah Timnas Belgia ternyata selalu diikuti oleh sang Raja dan keluarganya.
Baca juga: Tak Perlu Kata-kata Manis, Maroko Memang Harus Kecewa Kalah dari Prancis di Piala Dunia 2026
"Beberapa hari lalu, saya menyaksikan pertandingan kalian bersama putri saya," ucap sang Raja ketika memberikan kata-kata di acara itu, dikutip dari Belgian Red Devils.
"Kami terus menyaksikan kalian hingga pukul 02.00 pagi. Itu benar-benar pengalaman yang luar biasa."
"Saya memiliki satu pesan kepada Anda semua di sini. Anda harus memenangkan pertandingan (melawan Spanyol)."
"Saya yakin itu pasti bisa terjadi. Semuanya tergantung pada Anda semua," sambung sang Raja.
Menjadi tugas pelatih Rudi Garcia untuk memperbesar peluang Belgia memenangkan pertandingan melawan Spanyol.
Peraduan taktik dengan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente menjadi salah satu hal yang akan disorot nantinya pada pertandingan tersebut.
"Pertandingan ini berpotensi ditentukan oleh efektivitas kedua tim. Apakah Spanyol mampu mempertahankan kontrol permainan, atau justru Belgia yang bisa memanfaatkan sirkulasi bola dengan cepat untuk membongkar pertahanan Spanyol," terang Hamid Anwar, konten kreator @analiskampungsebelah, pada podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Sisi pertahanan Spanyol sering naik ke depan, terutama Cucurella, yang sering ketinggalan ketika timnya diserang," lanjutnya.
Meski tak dipandang mentereng sebagaimana saat mengikuti Piala Dunia 2018, Belgia masih menyisakan taji yang luar biasa.
Hal tersebut ditunjukan lewat kiprah mereka yang ternyata masih bisa menjejak hingga babak perempat final.
Padahal di tengah jalan mereka diadang lawan-lawan yang sebenarnya tak bisa dianggap sebelah mata.
Mulai dari Senegal dan Amerika Serikat mencoba menjegal di fase gugur.
Namun si Setan Merah Eropa ini bisa mengalahkan semuanya dengan cukup meyakinkan.
Kemenangan melawan tuan rumah Amerika Serikat menjadi tanda performa yang luar biasa dari Belgia.
Mereka bisa membuktikan ketangguhan mental berhadapan dengan AS yang didukung puluhan ribu penggemar saat tampil di kandang sendiri.
Meski demikian, Belgia dipastikan kehilangan salah satu pilar lini tengahnya. Amadou Onana harus menepi akibat cedera ligamen anterior cruciate (ACL) yang dialaminya saat menghadapi Amerika Serikat.
Absennya Onana membuka peluang bagi Hans Vanaken atau Nicolas Raskin untuk mengisi pos yang ditinggalkannya di lini tengah Belgia.
Di lini serang, Charles De Ketelaere diprediksi tetap dipercaya sebagai false nine, sedangkan Romelu Lukaku kemungkinan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan meski baru saja mencetak gol ke-93 bersama tim nasional Belgia.
Bangku cadangan Belgia juga kemungkinan bakal memiliki seorang Kevin De Bruyne di sana.
Kondisi KDB yang tak lagi prima seperti beberapa tahun silam menjadi alasannya.
Ia kerap kewalahan saat membantu timnya menggalang pertahanan secara kolektif.
Sang gelandan flamboyan juga tak lagi setangguh dahulu saat melindungi bola dari rebutan para pemain lawan.
Menempatkan Youri Tielemans di posisi gelandang nomor 10 bisa menjadi solusi bagi pelatih Rudi Garcia nantinya.
(Tribunnews.com/Guruh)