TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri Peringatan Satu Abad Niti Budaya Adat Kyai Karsorejo Tahun 1926–2026 di Dukuh Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Klaten, Kamis (9/7/2026) malam.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjaga sejarah, budaya, dan semangat pengabdian yang diwariskan Kyai Karsorejo.
Dalam sambutannya, Hamenang mengapresiasi keluarga besar Kyai Karsorejo, Gudaka, Paduka, dan masyarakat yang tetap menjaga tradisi selama satu abad.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Eyang Kyai Karsorejo, Gudaka, Paduka, serta seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ucap Hamenang.
"Ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam menjaga sejarah dan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Klaten," tuturnya.
Bupati mengatakan Desa Soropaten memiliki jejak sejarah penting karena pernah menjadi lokasi persinggahan Bung Karno sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa yang patut dikenalkan kepada generasi penerus.
Menurutnya, sosok Kyai Karsorejo juga menyimpan keteladanan yang relevan hingga saat ini.
"Kyai Karsorejo adalah sosok yang luar biasa. Meskipun beliau merupakan keturunan Keraton Surakarta, beliau memilih tinggal di Soropaten dan mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat. Semangat pengabdian inilah yang harus terus kita teladani," katanya.
Sebagai penghormatan atas peristiwa bersejarah tersebut, masyarakat membangun Tugu Waseso sebagai penanda lokasi yang diyakini menjadi tempat pertemuan Kyai Karsorejo dengan Bung Karno.
Dalam kesempatan itu, Bupati bersama rombongan meninjau langsung tugu tersebut dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarahnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam melestarikan budaya melalui berbagai tradisi, termasuk pagelaran wayang yang rutin digelar setiap Jumat Pon.
"Tidak mudah menjaga tradisi selama 100 tahun. Kegiatan seperti pagelaran wayang yang terus dilaksanakan setiap Jumat Pon menunjukkan kuatnya semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat. Semua ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi seluruh warga," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat. Warga memadati lokasi untuk mengikuti peringatan, berdialog, dan mengabadikan momen bersama Bupati di kawasan Tugu Waseso serta rumah keluarga Kyai Karsorejo.
Menutup sambutannya, Hamenang berharap peringatan satu abad tersebut tidak sekadar menjadi agenda mengenang masa lalu.
"Hari ini kita memperingati satu abad sejak pertemuan Kyai Karsorejo dengan Bung Karno."
"Semoga momentum ini semakin memperkuat kecintaan kita terhadap sejarah, budaya, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat Klaten," pungkasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)