Dua Sisi Berbahaya Belgia, Starter Setan Merah Tutupi Serdadu Bangku Cadangan
Muhammad Nursina Rasyidin July 10, 2026 10:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Belgia akan menjalani pertandingan berat di babak 8 besar Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Spanyol, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB di SoFi Stadium.

Ada sisi cukup menarik dari tim Belgia yang tampil di Piala Dunia 2026 kali ini.

Mereka memang tak lagi membawa embel-embel generasi emas sebagaimana yang terjadi di 2018 dan 2022.

Belgia kini datang dengan semangat memberikan contoh terbaik bagi para generasi penerus dari Kevin De Bruyne dan beberapa penggawa senior lainnya.

"Belgia saat ini memang sedang berada dalam masa transisi. Setelah era Kevin De Bruyne, Jan Vertonghen, dan Toby Alderweireld mulai berakhir, kini hanya tersisa pemain-pemain seperti Courtois, De Bruyne, dan Lukaku yang masih dipanggil ke tim nasional," ujar Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Raja dan Ratu Menyambangi, Belgia Punya Modal Mentereng Lawan Spanyol

Meski demikian, Belgia tetap datang menyambut pertandingan demi pertandingan dengan rasa percaya diri tinggi.

Suntikan taktik dan energi dari pelatih Rudi Garcia bisa diterima dengan baik oleh para pemain.

Sang pelatih sepertinya tak terpengaruh dengan beberapa nama besar yang tersisa di kubu tim berjuluk Setan Merah ini.

Namun, justru itulah yang menjadi kekuatan utama Belgia di Piala Dunia 2026.

Rasanya wajar bagi para pemain inti memberikan kontribusi lebih besar.

Untuk di tim Belgia kali ini, para pemain cadangan juga tak mau kalah.

Sosok Romelu Lukaku menjadi yang paling disorot.

Ia tak lagi berperan sebagai penyerang utama di tim ini dengan posisinya digantikan oleh Charles De Ketelaere.

Meski demikian, hal tersebut tak menghalangi Lukaku untuk memberikan kontribusi gol.

Ia sudah mencetak 3 gol di Piala Dunia 2026 ini dengan semuanya datang saat ia masuk dari bangku cadangan.

Ketiga gol tersebut lahir saat Belgia berhadapan dengan Selandia Baru, Senegal, dan Amerika Serikat.

Penampilan paling efisien darinya barangkali datang saat Belgia berhadapan dengan Selandia Baru.

Ia hanya bermain 5 menit di laga ini, tetapi bisa menghasilkan satu gol dan assist bagi Setan Merah.

Secara keseluruhan para pemain pengganti Belgia sudah menyumbangkan 5 gol bagi timnasnya di ajang kali ini.

Padahal jumlah gol Belgia di Piala Dunia 2026 kali ini berada di angka 13 gol.

Artinya sekitar 38 persen gol Belgia datang dari para pemain yang ada di bangku cadangan.

Hal tersebut bisa berarti mimpi buruk bagi para pemain Spanyol yang akan menjadi lawan nantinya.

Saat para Spanyol sudah lelah menjaga para pemain starter, terutama di sektor depan, tiba-tiba pelatih Rudi Garcia baru memasukan para pemain super subnya.

Romelu Lukaku bakal menjalani peran tersebut sebagaimana pola yang terjadi di pertandingan sebelumnya.

Sejauh ini, Lukaku memberikan bukti terbaik dengan performa luar biasanya.

Namun hal yang harus diperhatikan juga oleh Belgia adalah catatan pertahanan Spanyol yang sangat luar biasa.

Tim arahan Luis de la Fuente itu sama sekali belum kebobolan saat tampil di Piala Dunia 2026 kali ini.

Hal yang sangat luar biasa di tengah lawan yang dihadapi Spanyol terbilang kakap.

Mulai dari Tanjung Verde, Uruguay, Arab Saudi, Austria, dan Portugal tak diberikan gol untuk dibawa pulang ke negara masing-masing.

Kokohnya tembok pertahanan Spanyol tak cuma mengandalkan kemampuan individu para pemain.

Ketangguhan mereka mempertahankan struktur kolektif pertahanan juga pantas mendapatkan pujian.

Hal tersebut akan diadu dengan kekuatan lini depan dan barisan super sub Belgia yang mentereng selama Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.