TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Ruas jalan di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, mengalami kerusakan cukup parah hingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas setiap hari, Jumat (10/7/2026).
Kerusakan membentang sekitar lima hingga enam kilometer, mulai dari lampu merah Lautang Benteng hingga Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae.
Jalur ini merupakan jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Sidrap dengan Kabupaten Soppeng sehingga dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan pengangkut barang.
Jalan tersebut berstatus jalan provinsi.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, permukaan jalan dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran.
Di sejumlah titik, lapisan aspal sudah terkelupas dan menyisakan batu serta tanah yang membuat kendaraan harus melambat atau berpindah jalur untuk menghindari lubang.
Saat kendaraan melintas, debu tebal beterbangan dan menyelimuti rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan.
Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum juga mendapat penanganan menyeluruh.
Ketika musim hujan tiba, kondisi jalan justru semakin membahayakan.
Baca juga: Warga Belawa Tak Diam Soal Jalan Rusak: Jika Tidak Dikerjakan, Kami Aksi Kembali
Lubang-lubang yang tertutup genangan air menyulitkan pengendara memperkirakan kedalamannya sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi ruas jalan itu bahkan sudah menyerupai lintasan off-road.
Warga pun mempertanyakan kapan perbaikan akan dilakukan.
"Apakah harus menunggu ada yang celaka dulu baru diperbaiki?" ujar seorang warga.
Dul, warga yang tinggal tepat di samping lampu merah Lautang Benteng, mengaku setiap hari harus menghadapi debu akibat kendaraan yang melintas.
"Setiap hari begini. Jalan rusak tidak hanya mengganggu mobilitas warga dan pengendara yang melintas antar-kabupaten, tetapi juga berdampak pada kesehatan karena debunya sangat banyak. Makanya saya selalu menyiram jalan setiap sore supaya debunya berkurang," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Muhammad Safran.
Menurutnya, selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi jalan tersebut juga membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan.
"Kondisi jalan di sini sangat berdebu, rusak, dan penuh lubang. Saya berharap pemerintah segera membantu memperbaiki jalan ini karena sangat mengganggu masyarakat," katanya kepada Tribun-Timur.com.
Baca juga: Dosen Unhas Kritik Gubernur Soal Aksi Warga Tanam Pisang di Jalan Rusak: Ini Bukan Negara Kerajaan
Sejumlah warga mengaku sempat mendengar informasi bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan pengukuran terhadap ruas jalan tersebut sebagai bagian dari rencana perbaikan.
Namun, berdasarkan pantauan Tribun-Timur.com hingga Jumat (10/7/2026), belum terlihat aktivitas perbaikan di lokasi.
Alat berat maupun pekerjaan fisik juga belum tampak di sepanjang ruas jalan yang rusak tersebut. (*)