Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Proyek normalisasi Kali Ciliwung kini dikebut oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai upaya pengendalian banjir jangka menengah dan panjang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan seluruh proses pembebasan lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur, dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026.
Penyelesaian pembebasan lahan ini menjadi langkah krusial agar normalisasi sumbu utama Sungai Ciliwung, yakni ruas Rawajati, Pengadegan, Cawang, hingga Cililitan, dapat tuntas pada tahun 2027.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Dorong Normalisasi Sungai dan Pembuatan Jalan Inspeksi di Kali Angke Jakbar
Momentum tersebut diharapkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta.
Dalam peninjauannya pada Jumat (10/7/2026), Pramono mengungkapkan bahwa progres di lapangan menunjukkan hasil yang positif setelah sempat terhenti selama beberapa tahun.
"Ini adalah kedua kalinya saya di tempat ini dan progresnya alhamdulillah cukup baik. Tidak terbayangkan tempat yang dulu sering kali viral, dan orang pasti tidak menyangka ternyata bisa dibebaskan dan normalisasi dilakukan," kata Pramono.
Untuk mendukung proyek ini, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar khusus untuk pembebasan lahan pada tahun ini.
Dari total 170 bangunan yang ditargetkan, sebanyak 62 bangunan telah berhasil dibebaskan dan akan segera dibersihkan agar konstruksi bisa dimulai.
Pramono menjelaskan bahwa normalisasi ini bertujuan memperluas kapasitas tampung sungai sehingga dampak banjir dapat diminimalisasi.
"Mudah-mudahan ini akan membuat debit air yang ada di tempat ini menjadi lebih luas, sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak seperti yang dulu-dulu. Itulah cara penanganan banjir yang dilakukan dalam jangka menengah-panjang," ucap Pramono.
Selain Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta juga akan melanjutkan program normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.
Pramono memastikan bahwa meskipun pembebasan lahan di Jakarta merupakan tantangan besar, pihaknya akan terus mengerjakannya secara konsisten hingga tuntas pada tahun 2029.