SURYA.CO.ID, SURABAYA – KM Umsini milik PT Pelni yang sempat terbakar pada 2024 kini memasuki tahap revitalisasi di PT PAL Indonesia.
Kapal berkapasitas 2.000 penumpang itu dibekali teknologi baru guna meningkatkan keselamatan, keandalan, dan efisiensi operasional.
Memasuki area galangan PT PAL Indonesia di Surabaya, KM Umsini tampak menjalani proses pembaruan menyeluruh.
Kapal yang selama bertahun-tahun menjadi penghubung antarpulau itu tidak sekadar diperbaiki dari kerusakan akibat kebakaran, tetapi juga dimodernisasi melalui penerapan teknologi terkini agar memiliki performa lebih andal, aman, dan siap melayani masyarakat di lintasan pelayaran Indonesia Timur.
Revitalisasi dilakukan melalui pekerjaan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) untuk mengembalikan kondisi kapal sesuai standar operasional sekaligus meningkatkan kualitas sistem pendukungnya.
Baca juga: PT PAL Siap Bangun Kapal Selam Scorpène Sepenuhnya di Indonesia, Target Rampung Tahun 2032
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan salah satu peningkatan utama dilakukan melalui pembaruan sistem kendali berbasis Programmable Logic Controller (PLC).
"Diantaranya melalui pembaruan sistem kendali berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang berfungsi sebagai "otak" pengendali berbagai sistem operasional kapal," kata Diana, Jumat (10/7/2026).
Modernisasi tersebut menggantikan sebagian mekanisme pengoperasian manual menjadi sistem yang lebih terotomasi dengan dukungan aktuator pneumatik. Langkah ini membuat proses operasional kapal menjadi lebih efisien, presisi, sekaligus memudahkan proses pemeliharaan.
"Peningkatan ini diharapkan mampu mendukung keandalan kapal sekaligus meningkatkan kemudahan perawatan sepanjang siklus operasinya,” tambah Diana.
Menurut Diana, perbaikan KM Umsini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena kerusakan akibat kebakaran berdampak pada berbagai sistem kapal.
Tim teknis harus melakukan asesmen menyeluruh, rekonstruksi sistem, hingga serangkaian pengujian sebelum kapal dinyatakan laik beroperasi.
Baca juga: Transformasi PT PAL Indonesia Dinilai AHY Hadirkan Industri Maritim Berkelas Dunia
Di tengah tantangan tersebut, PT PAL tetap mempercepat proses pengerjaan melalui transformasi metode kerja serta kolaborasi lintas disiplin tanpa mengurangi standar mutu yang ditetapkan.
“Bagi PT PAL, setiap tahapan perbaikan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kenyamanan, sehingga saat KM Umsini kembali berlayar, masyarakat dapat menikmati moda transportasi antarpulau yang aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan pelayaran," ungkap Diana.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelni, Budi Setyawan Wijaya, mengapresiasi kinerja PT PAL saat meninjau langsung proses revitalisasi KM Umsini. Menurutnya, PT PAL tidak hanya berperan sebagai mitra kerja, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mendukung keberlanjutan armada Pelni.
“Kami berharap peran PT PAL sebagai backbone industri perkapalan nasional terus diperkuat. Perbaikan KM Umsini menjadi awal yang baik untuk memperkuat kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan," tambah Budi.
Ia menambahkan, kembalinya KM Umsini diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarpulau, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung distribusi logistik, khususnya di kawasan Indonesia Timur.