BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Cek sebaran 30 titik panas yang terdeteksi di Tapin Kalsel.
Sebanyak 30 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, berdasarkan pemantauan satelit yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin melalui grup WhatsApp, Jumat (10/7/2026).
Puluhan titik panas tersebut didominasi berada di sejumlah kawasan kuasa pertambangan yang tersebar di beberapa kecamatan.
Data Pusdalops-PB BPBD Tapin mencatat, Kecamatan Tapin Selatan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 14 titik.
Baca juga: Balita dan Pekerja Lapangan Jadi Kelompok Rentan Saat Karhutla Kalsel, Dokter Paru Ingatkan Ini
Baca juga: Daftar Kesalahan 21 Pedagang MinyaKita di HST Kalsel Hingga Kena Sanksi dari Bulog
Disusul Kecamatan Lokpaikat sebanyak 10 titik, Kecamatan Bungur tiga titik, Kecamatan Salam Babaris dua titik, dan Kecamatan Bakarangan satu titik.
Sementara tujuh kecamatan lainnya, yakni Tapin Utara, Tapin Tengah, Piani, Hatungun, Binuang, Candi Laras Selatan, dan Candi Laras Utara, tidak terdeteksi adanya titik panas.
Meski demikian, BPBD Tapin memastikan hingga Jumat pagi belum terdapat laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
BPBD Tapin menyatakan pemantauan terus dilakukan melalui Pusdalops menggunakan perangkat radio komunikasi VHF, layanan pesan singkat, dan WhatsApp. Koordinasi juga dilakukan bersama instansi terkait, Tim Reaksi Cepat (TRC), Satgas, relawan, serta masyarakat.
BPBD Tapin turut mengingatkan seluruh personel TRC, Satgas, dan operator Pusdalops agar meningkatkan pemantauan di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung, serta segera melaporkan setiap perkembangan di lapangan.
Titik panas sendiri merupakan indikator suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan menjadi peringatan dini adanya potensi kebakaran.
Namun, keberadaan hotspot belum tentu menunjukkan telah terjadi kebakaran sehingga tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)