Cerita Penumpang Resah Banyak Sopir Mikrotrans JakLingko Ugal-ugalan: Ada yang Bikin Sampe Nyungsep
Jaisy Rahman Tohir July 10, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Penumpang Mikrotrans JakLingko mengaku resah dengan ulah sebagian pengemudi yang dinilai kerap mengemudikan angkutan umum secara ugal-ugalan hingga membahayakan keselamatan penumpang.

Keluhan itu mencuat di tengah viralnya video sejumlah armada Mikrotrans yang melawan arah di Jalan Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/7/2026).

Salah seorang penumpang, Yuliani, mengaku pernah hampir terjatuh karena sopir langsung menginjak pedal gas saat dirinya belum sepenuhnya masuk ke dalam kendaraan.

"Kemarin saya belum naik, supirnya udah tancap gas, Bang. Saya hampir jatuh, saya nahan, tangan saya sakit. Terus saya marah-marah, saya bilang, 'Bapak ini kan enggak ngejar setoran, kenapa ngebut?' Di belakang masih ada yang lari-lari pengin naik, enggak bisa," ujar Yuliani.

Menurutnya, kejadian serupa bukan hanya dialami dirinya.

Ia mengaku mengenal seorang penumpang yang mengalami kecelakaan akibat sopir langsung melajukan kendaraan ketika penumpang tersebut baru saja turun.

"Ada teman saya, dia pengamen. Pas turun, supirnya langsung tancap gas. Dia nyungsep jatuh, giginya patah, terus luka-luka pipinya. Saya bilang lapor saja ke checker-nya supaya pramudinya ditindak, biar kenyamanan penumpang lebih diperhatikan," katanya.

Yuliani mengatakan tidak semua pengemudi Mikrotrans bersikap ugal-ugalan.

Namun, menurutnya masih ada oknum sopir yang belum mengutamakan keselamatan penumpang saat berkendara.

"Ada sopir yang baik, ada sopir yang kayak gitu. Harapannya mereka benar-benar mendapat pendidikan dan pelatihan agar melayani masyarakat dengan baik," ucapnya.

Ia juga meminta para pengemudi lebih menghargai penumpang meski layanan Mikrotrans tidak dipungut biaya langsung dari masyarakat.

"Pelanggan harus dihargai, jangan dibilang gratis. Mereka dibayar pemerintah, jadi pelayanannya juga harus ramah sama penumpang. Banyak saya lihat nenek-nenek sampai lari-lari, bahkan nyungsep karena sopir keburu jalan. Hati nuraninya di mana?" tuturnya.

Senada dengan Yuliani, penumpang lainnya, Minarsih, berharap para pengemudi tidak lagi melakukan aksi berbahaya seperti melawan arah ataupun mengemudi secara ugal-ugalan, terutama di Jalan Marunda Makmur yang setiap hari dipadati truk trailer.

"Sebaiknya tidak melakukan hal tersebut karena sangat berbahaya. Di sini banyak kontainer, lalu lintasnya luar biasa. Kami lansia perlu kenyamanan yang lebih aman. Harapannya semua pengemudi menjalankan tugas sesuai SOP," kata Minarsih.

Para penumpang berharap operator Mikrotrans maupun instansi terkait segera mengevaluasi pengemudi yang melakukan pelanggaran agar keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi umum tetap terjaga. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.