47 Temuan Kasus HIV di Kota Batu Selama 2026, Mulai Ibu Hamil hingga Calon Pengantin
Ndaru Wijayanto July 10, 2026 11:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat 47 kasus baru HIV hingga Juli 2026. 

Mayoritas temuan berasal dari kategori populasi umum, seiring semakin sulitnya mengidentifikasi kelompok berisiko akibat perubahan pola aktivitas dan masih adanya stigma di masyarakat.

Pengelola Program Tuberkulosis (TB) dan HIV Dinkes Kota Batu, Yoni Hadi Purnomo, mengatakan kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) masih menjadi salah satu penyumbang kasus. 

Meski demikian menurut Yoni saat ini mayoritas temuan justru masuk dalam kategori populasi umum karena kelompok berisiko tidak lagi terkonsentrasi di lokasi tertentu.

“Paling banyak masuk dalam populasi umum. Ini karena saat ini para pekerja seks tidak lagi terlokalisir di satu tempat. Mereka menggunakan sistem online. Kelompok LGBT juga tersebar, sehingga saat skrining banyak ditemukan melalui kegiatan-kegiatan rutin,” kata Yoni Hadi, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan data Dinkes Kota Batu, dari 47 kasus baru tersebut, sebanyak 26 kasus berasal dari populasi umum, empat kasus dari kelompok LSL, satu kasus LSL yang masuk kategori populasi umum, tujuh kasus pada pasien tuberkulosis (TB), dua kasus pasangan berisiko tinggi, dua kasus pelanggan pekerja seks, satu kasus wanita penjaja seks (WPS), satu kasus ibu hamil, dan satu kasus calon pengantin.

Secara kumulatif sejak 2017 Kota Batu telah menemukan sebanyak 691 kasus ODHIV.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS Sidoarjo Capai 7.129, Pemkab Razia Warung Remang-remang di Eks Tol HK

“Jadi memang pelacakan terhadap kelompok populasi kunci kini semakin menantang. Banyak pasien tidak terbuka mengenai perilaku seksualnya karena faktor psikologis maupun stigma sosial,” jelasnya.

Lanjut Yoni, lantaran hal tersebut sebagian kasus akhirnya tercatat sebagai populasi umum karena identifikasi kelompok berisikonya belum dapat dipastikan.

“Jumlah 691 kasus ODHIV sejak tahun 2027 ini, sebanyak 329 pasien masih menjalani pengobatan, 335 pasien tercatat gagal tindak lanjut (lost to follow up,red), sedangkan 27 pasien meninggal dunia,” ujarnya.

Baca juga: HIV/AIDS Menyerang Pelajar Bondowoso, Penularan Dari Hubungan Sesama Jenis

Untuk mencegah HIV semakin meluas di Kota Batu, Dinkes Batu memperluas skrining aktif di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi memiliki risiko penularan. Seperti di kawasan perhotelan, tempat wisata, pekerja dan perkantoran.

“Kami juga memberikan edukasi kepada remaja dan pelajar untuk upaya pencegahan. Sekarang kami tidak lagi mengandalkan skrining massal yang bersifat seremonial,” terangnya.

Terkait penanganan HIV Dinkes Batu bersifat Voluntary Care and Testing (VCT). Layanan konseling ini yakni masyarakat diminta secara sukarela melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan sedini mungkin, bersifat rahasia.

Baca juga: HIV/AIDS di Bondowoso Bertambah 46 Kasus Dalam 5 Bulan, Hanya Separuh yang Rutin Berobat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.