TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY, DPW LDII DIY terus memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen strategis.
Salah satunya melalui silaturahmi dengan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengatakan silaturahmi menjadi bagian penting untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang.
"Silaturahim merupakan tradisi yang harus dipelihara untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Komunikasi yang nyaman akan menguatkan saling pengertian dan membuka peluang kolaborasi dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Atus.
Dalam pertemuan tersebut, LDII DIY juga memperkenalkan sejumlah program organisasi, di antaranya gerakan ketahanan lingkungan melalui Kyai Peduli Sampah, Jugangin Om, Jugangin Mas, Dai ProKlim, Sekolah Lansia ProKlim, hingga Gerakan Ecoteologi.
Atus menjelaskan, program Kyai Peduli Sampah mengajak para dai dan pengurus masjid untuk mengelola sampah sebagai bagian dari implementasi nilai keagamaan.
"Saat ini sekitar 300 masjid menjadi titik bank sampah LDII yang aktif berkontribusi membantu Dinas Lingkungan Hidup," katanya.
Selain isu lingkungan, LDII DIY juga memaparkan pengembangan pesantren sebagai pusat pembinaan generasi muda. Menurut Atus, sejumlah pesantren LDII di DIY terus didorong menjadi lebih mandiri, termasuk dengan memproduksi kebutuhan harian seperti sabun mandi, sampo, hingga sabun pel.
"Selain meningkatkan efisiensi, langkah ini juga mendukung penerapan konsep zero waste di lingkungan pesantren karena cukup melakukan isi ulang menggunakan produk buatan santri sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, jaringan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) LDII di DIY juga terus berkembang, termasuk pembangunan PPM baru di kawasan Seturan untuk melayani mahasiswa di wilayah utara Yogyakarta.
"Pembinaan dai dan daiyah dilakukan secara berjenjang. Setelah belajar di pesantren, mereka akan beramal saleh di masyarakat, kemudian dapat kembali memperdalam ilmu di pondok pesantren yang mengkaji Kutubus Sittah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Biro Pendidikan Keagamaan DPW LDII DIY, Ustadz Endri Sulistyo, berharap komunikasi dengan berbagai organisasi Islam dapat terus diperkuat.
"Kami berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui forum-forum ilmiah maupun kegiatan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.
Silaturahmi tersebut dihadiri Ketua DPP LDII Dwi Pramono dan diterima Ketua MTT PP Muhammadiyah KH Ustadi Hamsah bersama Sekretaris MTT PP Muhammadiyah Muhammad Rofiq Muzakkir. Pada kesempatan itu, Dwi Pramono menyerahkan Buku Pedoman Ibadah Warga LDII serta dua buku karya Ahmad Ali MD sebagai bahan dialog dan pertukaran literatur keislaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Muswil VIII LDII DIY yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Kota Yogyakarta, dengan tema "Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Mendukung Pancamulia Daerah Istimewa Yogyakarta."
Atus juga mengundang Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Muhammad Ikhwan Ahada, untuk menghadiri agenda tersebut. (*/rls)