Krisis Air Bersih Imbas Kematian Ikan massal Meluas, BPBD Banjar Salurkan 139.400 Liter Air Bersih.
Hari Widodo July 10, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Kematian massal ikan aliran sungai Riam Kanan di Desa Sungai Arfat dan Malimali, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan berimbas tercemarnya air sungai oleh bangkai ikan yang mati.

Kondisi ini, membuat warga di sepanjang sungai mengalami krisis air bersih. Bahkan, dampaknya semakin meluas.

 BPBD Banjar melalui Pusdalop Banjar pun kini aktif menyalurkan air bersih ke wilayah delapan desa yang terdampak

Tercatat BPBD Sudah salurkan 139.400 liter air bersih yang dibagikan ke warga.

Baca juga: Ikan Mati Massal di Mali-Mali dan Sungai Arfat Dipicu Rendahnya Oksigen, Ini Penjelasan DKPP Banjar

Apalagi kemarau ini diperparah dengan pencemaran aliran Sungai Riam Kanan hingga Sungai Martapura yang ditandai fenomena ikan mati massal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjar, M Hasbie, Jumat (10/7/2026) mengatakan pendistribusian air bersih kepada masyarakat telah dilakukan sejak 17 Juni 2026 dan masih terus berlanjut sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, bantuan diberikan karena banyak warga mengajukan permohonan air bersih maupun tandon akibat sumur mereka mengering selama musim kemarau.

"Memasuki 9 Juli lalu, kondisi semakin berat karena terjadi pencemaran di aliran Sungai Riam Kanan hingga Sungai Martapura yang menyebabkan masyarakat di sekitar bantaran sungai juga kesulitan memperoleh air bersih," ujarnya.

Hasbie menjelaskan wilayah yang terdampak pencemaran meliputi Desa Mali-Mali, Pingaran Ulu, Pingaran Ilir, Tambak Baru Ulu, Tambak Baru Ilir, Tambak Baru hingga meluas ke Desa Teluk Selong Ulu dan Sungai Kitano.

Ribuan bangkai ikan yang mengapung membuat kualitas air sungai menurun sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Hingga 10 Juli 2026, BPBD Kabupaten Banjar melalui Pusdalops telah mendistribusikan 139.400 liter air bersih kepada warga di delapan desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Astambul, Beruntung Baru, Karang Intan, Martapura, dan Martapura Barat.

Penyaluran bantuan dilakukan secara kolaboratif bersama relawan BPK yang tergabung dalam Buser 690 Banjar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), DPRKPLH Kabupaten Banjar, serta PMI Kabupaten Banjar.

"Selama kebutuhan masyarakat masih ada dan kondisi kekeringan belum berakhir, distribusi air bersih akan terus kami lakukan bersama seluruh unsur yang terlibat," kata Hasbie.

Bersihkan Sungai

Gotong Royong Bersihkan Sungai Selain memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi, upaya penanganan juga difokuskan pada pembersihan sungai dari bangkai ikan yang menjadi sumber pencemaran.

Sejumlah komunitas bersama pemerintah dan masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih sungai, salah satunya Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Banjar.

Relawan FAJI membantu mengangkat bangkai ikan yang mengapung di kawasan Pingaran Ulu agar tidak terus mencemari aliran sungai dan memperparah penurunan kualitas air.

Ketua FAJI Kabupaten Banjar, Ahmad Syarif, mengatakan pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kelestarian sungai karena menjadi bagian penting dari aktivitas olahraga arung jeram sekaligus sumber kehidupan masyarakat.

"Kami merasa terpanggil untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan sungai. Sungai bukan hanya menjadi arena olahraga arung jeram, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kami bersama para relawan turun membantu mengangkat bangkai ikan ke daratan agar pencemaran tidak semakin meluas," ujarnya.

Baca juga: Ikan Keramba di Malimali dan Sungaiarfat Mati Massal, Rofii Hamdi Rugi Hingga Rp 200 Juta

Ahmad Syarif berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan kualitas sungai sehingga dampak terhadap warga dapat segera berkurang.

Ahmad juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha perikanan, untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah maupun bangkai ikan agar tidak dibuang ke sungai.

"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap ada solusi yang lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan ekosistem sungai tetap terjaga," katanya. 
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.