KLARIFIKASI Petugas SPBU di Batubara yang Isi BBM ke Jerigen Saat Antrean Panjang: Ada Suratnya
Tommy Simatupang July 10, 2026 11:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Petugas SPBU di Batubara membantah mendahulukan pengisian BBM dengan jerigen dibanding ambulans. 

Video petugas mengisi jerigen viral di media sosial. 

Perekam adalah seorang sopir ambulans yang kesal di antrean. 

Ia menyebut bahwa petugas SPBU itu lebih mementingkan pengisian BBM dengan jerigen dibanding ambulans. 

Beredar video di media sosial cekcok antara seorang sopir ambulans bersama operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Simpang Gambus, Limapuluh, Kabupaten Batubara.

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria sedang mengisi dua buah jeriken bahan bakar (BBM) jenis pertalite.

Sehingga, sopir ambulans tersebut mengaku terhambat atas peristiwa itu. Belakangan diketahui, sopir ambulans tersebut bernama Junaidi, warga Sunggal, Kota Medan.

"Diutamakan, jeriken daripada ambulans. Ini ya, petugasnya diam saja. Oke ya, pertalite ini, petugasnya diam saja," ujar Junaidi sembari merekam aktivitas pengisian bahan bakar tersebut.

Baca juga: MARAK Akun Promosi Judol di Kolom Komentar, Begini Kata Ditressiber Polda Sumut

Baca juga: EKS KADISDIK Langkat Bantah Terima Uang dari Baron Dalam Perkara Korupsi Smartboard Langkat

Melihat Junaidi merekam, petugas pom bensin tersebut ikut merekamnya kembali.

"Pertalite, ha itu bapak itu. Aslikan, nampaklah mukanya pak. Ha ini muka bapak ini, mengisi langsung ke jeriken yakan. Oke," katanya.

Terlihat juga selain dua jeriken yang sedang diisi tersebut, terpantau ada satu buah motor lainnya yang ikut mengantre membawa jeriken.

Sementara itu, Muhammad Raudatunnur operator yang langsung berhadapan dengan supir ambulans tersebut mengaku, pembelian jeriken tersebut menggunakan surat rekomendasi dari pemerintahan.

"Itu sudah sesuai dengan prosedur, sudah ada suratnya. Sedang mengisi sudah setengah, setelah itu masuk lah ambulan," kata Muhammad Raudatunnur, operator SPBU saat dijumpai tribun-medan.com, Jumat (10/7/2026).

Katanya, karena ada datang ambulan tersebut, pengisian di berhentikan sementara dan diberikan ke Ambulans tersebut.

"Kami tawari dan dia bilang saya punya barcode sendiri kok. Dibilangnya begitu. Kemudian dia mau mengisi Rp 100 ribu," terangnya.

Kemudian, setelah dilanjut mengisi, kemudian supir ambulans tersebut langsung keluar mengambil ponsel dan merekam aktivitas tersebut.

"Biar viral Kelen, biar viral Kelen. Mereka itu, dari dinas terkait. Misalnya, kalau dia petani, ke dinas pertanian, kemudian kalau dia nelayan, meminta ke dinas perikanan," ujarnya.

Ia mengaku kecewa karena video tersebut hanya menyebarkan informasi satu pihak.

"Padahal, kalau mereka membeli dengan surat, nanti dinas terkait yang akan mengeluarkan barcode nya. Kebutuhan pertanian atau kebutuhan perikanan," ujarnya.

Kendati begitu, pihak kepolisian melalui Satreskrim Polres Batubara diharapkan dapat memberikan pengawasan ketat terhadap pembelian menggunakan jeriken.

Sebab, dikhawatirkan terjadinya penyalahgunaan subsidi pemerintah dengan alasan pembelian menggunakan surat rekomendasi dari pemerintahan.

(cr2/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.