Motor Kepala Pos Damkar Surabaya Raib Digasak Komplotan Maling di Kenjeran
Cak Sur July 11, 2026 01:04 AM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Pos Pemadam Kebakaran Menur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Gonggo Kriswantoro, menjadi korban tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Motor Honda Vario dengan nopol L-2569-CAD miliknya hilang digasak komplotan maling saat terparkir di depan rumahnya, di kawasan Jalan Tanah Merah Sayur II, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kejadian bermula ketika anak sulung korban, ALK (22), bersiap menggunakan motor tersebut untuk berangkat kuliah. Namun, saat ALK keluar rumah, motor tersebut sudah raib.

Korban sempat melakukan pengejaran bersama warga sekitar, namun jejak para pelaku tidak ditemukan.

Kronologi Aksi dan Ciri-Ciri Pelaku

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku berjumlah dua orang yang berbagi peran. Satu orang bertindak sebagai joki motor sarana yang menunggu di sisi timur gang, sementara satu pelaku lainnya berperan sebagai eksekutor.

Gonggo menjelaskan ciri-ciri eksekutor yang terekam kamera pengawas:

  • Berpostur tubuh kurus dan tinggi.
  • Warna kulit sawo matang.
  • Menggunakan sweater warna biru muda, bercelana pendek gelap, bertopi putih, dan bersandal jepit.
  • Perkiraan usia pelaku berada di kisaran 22 hingga 28 tahun.

"Indikasi ada dua orang, yang satu menunggu di motor, yang satu mengambil motor anak kami. Mereka nunggu di sisi timur, lalu kabur ke jalan raya besar," ujar Gonggo saat ditemui SURYA.co.id di kediamannya pada Jumat (10/7/2026).

Dugaan Pemantauan Area dan Laporan Polisi

Gonggo menduga pelaku sudah memantau kondisi permukiman sebelum beraksi.

Pasalnya, warga setempat sempat melihat sosok mencurigakan berkeliaran di area tersebut beberapa waktu lalu.

Akibat insiden ini, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp16,5 juta.

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kenjeran. Tim kepolisian dikabarkan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Pihak keluarga berharap agar aparat segera menangkap para pelaku, dan barang bukti dapat ditemukan kembali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.