'Saya Membiarkan Diri Terlena' - Kylian Mbappe Menyalahkan Kebingungan atas Kegagalan Penalti Melawan Maroko dan Menepis Kekhawatiran Cedera Saat Prancis Bersiap ke Semifinal Piala Dunia
Hendra Wijaya July 11, 2026 03:03 AM

Kylian Mbappe mengakui bahwa ia kehilangan fokus sebelum gagal mengeksekusi penalti melawan Maroko setelah penundaan panjang akibat pemeriksaan VAR menimbulkan kebingungan mengenai apakah tendangan tersebut akan tetap diberikan. Kapten tim nasional Prancis itu juga menepis kekhawatiran terkait cedera pergelangan kaki dan menegaskan bahwa dirinya akan siap tampil di semifinal Piala Dunia.

Mbappe mengenang gangguan akibat penundaan VAR

Prancis memastikan tempat mereka di semifinal Piala Dunia setelah menang 2-0 atas Maroko, namun kegagalan penalti Mbappe menjadi salah satu perbincangan utama dari laga tersebut. Penyerang berusia 25 tahun itu mengungkapkan bahwa pemeriksaan VAR yang berlangsung lebih dari tiga menit mengganggu persiapannya. Setelah awalnya diberi tahu bahwa penalti telah diberikan, wasit kemudian menyampaikan bahwa keputusan tersebut masih ditinjau ulang, memaksanya untuk berulang kali mengatur ulang konsentrasi sebelum akhirnya mengambil tendangan.

Mbappe menjelaskan sumber kebingungan

Mbappe mengakui bahwa situasi yang tidak biasa tersebut memengaruhi konsentrasinya, meskipun ia tidak sepenuhnya menyalahkan ofisial atas kegagalannya. Berbicara setelah pertandingan, Mbappe menjabarkan kronologi yang terjadi sebelum penalti tersebut.

"Saya tidak menendang dengan baik," aku Mbappe, seperti dikutip oleh RMC Sport. "Kemudian situasinya menjadi rumit karena terjadi kebingungan. Wasit mengatakan kepada saya bahwa itu penalti. Jadi saya bertanya kepadanya apakah pemeriksaan VAR sudah selesai, dan dia menjawab ya.

"Sejak saat itu, kami beralih ke Ousmane (Dembele), yang memberikan bola kepada saya. Lalu wasit datang lagi ketika saya sudah fokus, dan mengatakan bahwa ternyata bukan penalti. Jadi saya bingung, saya mengambil bola, menaruhnya kembali, berpikir itu tetap penalti, lalu dia berkata, 'Tunggu, ada insiden dua menit sebelumnya yang harus diperiksa'."

Meski terganggu oleh situasi tersebut, Mbappe menerima tanggung jawab atas kegagalannya. Ia menambahkan: "Tapi begitulah, saya membiarkan diri saya teralihkan. Saya sudah mencoba banyak skenario tentang bagaimana menjaga fokus saat mengambil penalti, tapi saya belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Ini adalah skenario yang harus dipertimbangkan karena wasit bisa saja memberi tahu bahwa ada penalti, lalu dua menit kemudian mengatakan sebaliknya. Saya tidak tahu berapa lama itu berlangsung. Ini bagian dari sepak bola modern. Sepak bola baru dengan VAR, kita harus menyesuaikan diri."

Kapten Prancis tenangkan kekhawatiran cedera

Mbappe juga menenangkan kekhawatiran setelah ditarik keluar pada menit ke-77 usai mendapat perawatan di lapangan. Kapten Prancis itu kemudian terlihat merayakan kemenangan bersama rekan setimnya, menandakan bahwa kondisinya tidak serius.

"Saya baik-baik saja. Saya hanya mendapat benturan di pergelangan kaki, tetapi semuanya baik. JP [Mateta] lebih siap dari saya untuk bermain di 15 menit terakhir," ujarnya seperti dikutip oleh ESPN.

Prancis fokus ke semifinal

Prancis kini mengalihkan perhatian mereka ke babak semifinal Piala Dunia, di mana mereka akan menghadapi Spanyol atau Belgia di Arlington, Texas. Dengan Mbappe yang menegaskan bahwa cedera pergelangan kakinya bukan masalah besar, Les Bleus berharap kapten mereka siap memimpin lini depan saat mereka berusaha melangkah satu langkah lebih dekat menuju final Piala Dunia berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.