Lamine Yamal Berharap Hadapi Argentina di Final Piala Dunia dan Ingin Tukar Jersey dengan Lionel Messi
Agus Firmansyah July 11, 2026 04:16 AM

SENSASI PIALA DUNIA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN


Lamine Yamal berharap dapat bertemu Argentina di final Piala Dunia, di mana bintang muda Spanyol itu juga mengincar kesempatan menukar jersey dengan Lionel Messi.


Bintang muda Barcelona tersebut mengungkapkan bahwa mimpinya adalah melakoni final ideal menghadapi juara bertahan Argentina, sekaligus menegaskan bahwa satu-satunya target yang benar-benar penting baginya adalah membawa pulang trofi paling bergengsi itu. Ia tetap berusaha rendah hati dan tidak ingin membuat janji berlebihan sebelum turnamen dimulai.


Yamal ungkap impian terbesarnya


Pemain sayap berbakat Barcelona dan tim nasional Spanyol ini secara terbuka mengungkapkan ambisi besarnya dalam sesi tanya jawab Piala Dunia bersama Mundo Deportivo. Ia menyebut bahwa dirinya sangat ingin menghadapi Argentina di partai puncak jika La Roja berhasil melaju sejauh itu. Keinginan terbesarnya bukan hanya membawa negaranya meraih kejayaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan langka untuk bertukar jersey dengan legenda sepak bola sekaligus mantan ikon Barcelona, Lionel Messi.


Remaja incar jersey Messi


Dalam wawancara singkat yang membahas preferensi dan target pribadinya di turnamen besar ini, Yamal memberikan jawaban tegas. Ketika ditanya dengan pemain mana ia ingin bertukar jersey, ia menjawab: "Dengan Messi."


Dan ketika ditanya siapa lawan yang ingin ia hadapi jika Spanyol mencapai final, pemain muda keturunan Maroko itu menjawab: "Argentina."


Yamal sebut kejutan terbesar di Piala Dunia


Turnamen di Amerika Utara ini menghadirkan banyak kejutan, dengan sejumlah tim dan pemain yang berhasil mencuri perhatian publik. Saat ditanya mengenai kejutan terbesar sejauh ini, Yamal memilih pahlawan Maroko, Ismael Saibari. Penyerang tersebut, yang kepindahannya ke Bayern Munich dari PSV dikonfirmasi selama turnamen berlangsung, mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut sebelum mengeksekusi penalti penentu kemenangan dalam adu penalti melawan Belanda. Sayangnya, pemain berusia 25 tahun itu mengalami cedera saat menghadapi Kanada dan harus absen di laga perempat final melawan Prancis.


Laga besar menanti para bintang


Sebelum mimpi final tersebut bisa terwujud, Spanyol lebih dulu harus melewati ujian berat menghadapi Belgia, yang belum terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir mereka, pada laga perempat final di Stadion Los Angeles pada hari Jumat. Pertandingan ini juga memberi Yamal kesempatan memperpanjang catatan sejarahnya sebagai pemain Spanyol pertama yang menjadi starter di tiga laga fase gugur Piala Dunia sebelum berusia 19 tahun.


Sementara itu, Messi dan tim Argentina yang tengah menorehkan rekor 12 kemenangan beruntun juga harus bersiap menghadapi ujian berat melawan Swiss di Stadion Kansas City pada hari Minggu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.