Spesies Baru Ditemukan Diberi Nama untuk Menghormati Pahlawan Piala Dunia Tanjung Verde, Vozinha
Agus Firmansyah July 11, 2026 04:21 AM

Penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha, menerima penghargaan yang tidak biasa setelah seorang peneliti asal Spanyol, Jesus Ortea, menamai spesies moluska laut yang baru ditemukan dengan namanya. Penghormatan ini diberikan menyusul penampilan gemilang sang pemain veteran di Piala Dunia, di mana ia membantu negaranya mencatat sejarah dalam debut turnamen tersebut.

Penghormatan ilmiah yang terinspirasi dari kepahlawanan di Piala Dunia

Menurut laporan dari The Athletic, peneliti asal Spanyol, Ortea, menamai spesies moluska laut baru itu dengan nama Aldisa vozinhai, untuk menghormati penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha. Spesies ini merupakan siput laut kecil berwarna merah dengan panjang sekitar empat milimeter yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan oleh dunia sains. Deskripsi ilmiah spesies tersebut dipublikasikan dalam karya Ortea berjudul Historias de la Bioadversidad (Kisah Keanekaragaman Hayati).

Spesies ini ditemukan di kawasan Karibia, dekat Havana, Kuba, dan Guadeloupe. Ortea sengaja merilis publikasinya bersamaan dengan penyelenggaraan Piala Dunia, setelah penampilan luar biasa Vozinha yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam hasil imbang tanpa gol Tanjung Verde melawan juara Eropa, Spanyol. Dalam laga tersebut, kiper berusia 40 tahun itu melakukan tujuh penyelamatan penting. Penghormatan ini menjadi simbol unik yang menghubungkan dunia sepak bola dengan biologi kelautan, sekaligus mengakui kontribusi besar Vozinha di masa akhir kariernya.

Alasan Ortea memilih nama Vozinha

Berdasarkan laporan yang sama, keputusan Ortea untuk menamai spesies baru ini merupakan bentuk terima kasih kepada masyarakat Tanjung Verde. Peneliti tersebut memiliki hubungan dekat dengan negara itu setelah menerima Medali Jasa Lingkungan pada tahun 2023 atas kontribusinya dalam penelitian keanekaragaman hayati laut di seluruh kepulauan tersebut. Kedekatan itu akhirnya menginspirasi Ortea untuk menamai penemuan barunya sesuai dengan nama penjaga gawang veteran tim nasional Tanjung Verde.

Ini bukan kali pertama Ortea memberikan penghormatan kepada pesepak bola dengan cara seperti ini. Profesor dari Universitas Oviedo tersebut sebelumnya juga menamai spesies siput laut kecil yang baru ditemukan dengan nama mantan penjaga gawang Real Madrid dan tim nasional Kosta Rika, Keylor Navas, pada tahun 2019.

Warisan luar biasa di dalam dan luar lapangan

Kampanye Vozinha di Piala Dunia telah membawanya ke panggung global. Ia menjadi pemain tertua yang tampil dalam debut Piala Dunia negaranya pada usia 40 tahun dan 12 hari, menambah satu lagi pencapaian dalam karier panjangnya yang meliputi klub-klub di Tanjung Verde, Moldova, Slovakia, Siprus, dan Portugal.

Popularitasnya juga meningkat pesat selama turnamen berlangsung. Pengikut akun Instagram-nya melonjak dari 50.000 sebelum pertandingan pembuka Tanjung Verde menjadi 28,5 juta pada saat artikel ini ditulis, menandakan bagaimana ia menjadi salah satu kisah kejutan terbesar di turnamen tersebut.

Membangun dari turnamen bersejarah

Vozinha tampil dalam semua empat pertandingan Tanjung Verde di Piala Dunia, mencatatkan satu lagi clean sheet saat menghadapi Arab Saudi dan membawa timnya lolos ke babak 32 besar. Ia juga tampil mengesankan meskipun timnya kalah 3-2 di perpanjangan waktu melawan Argentina, dengan mencatatkan tujuh penyelamatan lagi. Penghormatan ilmiah ini memastikan kiprahnya di Piala Dunia akan dikenang tidak hanya di dunia sepak bola, tetapi juga dalam sejarah ilmiah, memberi sang veteran tempat abadi di dua dunia yang berbeda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.