BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diah hanya bisa berdiri memandangi puing-puing toko yang selama lebih dari tiga dekade menjadi sumber penghidupannya. Empat kios miliknya di Pasar Lima Banjarmasin hangus dilalap api dalam kebakaran besar, Jumat (10/7) dini hari.
Lorong pasar yang biasanya ramai kini dipenuhi tumpukan seng yang hancur, kayu-kayu yang menghitam, serta sisa barang dagangan yang tak lagi bisa dikenali. Aroma arang masih menyengat di udara, sementara genangan air bekas pemadaman memenuhi lantai pasar.
Di tengah reruntuhan itu, Diah yang mengenakan kerudung merah tampak sesekali menatap ke arah bekas kiosnya dengan wajah penuh kepasrahan.
Selama ini perempuan berusia 66 tahun itu bersama adiknya menggantungkan hidup dari berjualan bahan-bahan pembuat kue, petis, hingga berbagai jenis kerupuk di Pasar Lima. Empat kios yang disewanya dari pemerintah daerah itu kini rata dengan tanah. “Tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan,” ujar Diah lirih.
Tak hanya barang dagangannya sendiri yang hangus, dua pedagang lain yang menitipkan barang di kiosnya juga ikut kehilangan seluruh stok usahanya.
Menurut Diah, jika ditotal bersama bangunan dan seluruh isi toko, kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Baca juga: Percepat Penurunan Stunting, 17 Perusahaan di Tabalong Dilibatkan dalam Program Orang Tua Asuh
Nasib tak kalah naas dialami Mulyadi, pedagang bahan bangunan di Pasar Lima. Pria paruh baya itu hanya bisa pasrah melihat tempatnya mencari nafkah ludes tak tersisa.
Kerugian yang ditaksir cukup besar, karena ia memiliki 12 kios dengan status kepemilikan pribadi, yang dikelola bersama anak-anaknya. “Nol persen, tidak ada yang bisa diselamatkan. Kerugian kisaran Rp 500 jutaan atau setara satu unit mobil Fortuner,” paparnya.
Selama ini barang dagangan yang dijualnya adalah alat pertukangan dan pertanian, meliputi pahat, kunci-kunci, peralatan bengkel, gergaji, dan lainnya.
Sama seperti halnya Diah dan Mulyadi, para pedagang yang datang hanya mampu menatap kosong sambil menyisiri ruang toko yang sudah rata dengan puing. Mereka masih syok dan hanya menjawab singkat dengan sepatah dua patah kalimat. “Barang-barang sembako habis,” ujar H Junaidi, pemilik toko sembako.
H Junaidi kemudian memeriksa tokonya yang hangus. Meski masih ada sedikit dagangan yang tersisa, ia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Dalam kebakaran yang melanda kawasan Pasar Lima, Jalan Pasar Baru, RT 14 RW 02, Kertak Baru Ilir, Banjarmasin sedikitnya 162 toko milik 120 pedagang ludes. Itu terdiri atas Pasar Lima tahap 3, jumlah toko atau kios terbakar sebanyak 126. Lalu di Pasar Lima tahap 4, 26 toko atau kios yang terbakar, serta Pasar Lima Blok Ansyar, yang terbakar 10 kios.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga malam yang melihat kobaran api membesar di bagian atap toko pada blok tengah pasar. Dalam waktu singkat, api merambat ke bangunan toko lain yang sebagian besar berbahan kayu.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Ipda Raihan Fakhri, mengatakan hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. “Penyebab kebakaran masih kami selidiki,” ujarnya, Jumat sore.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, M Abdan Syakura menyatakan ucapan duka atas musibah kebakaran itu. Pihaknya tengah melakukan pendataan korban, pedagang yang terdampak.
Ia mengatakan kebarakan ini dipastikan akan mengganggu perputaran ekonomi pedagang di Pasar Lima. Sebab itu, langkah jangka pendek berupa solusi alternatif pemulihan segera dilakukan. “Pendataan mengenai jumlah pedagang korban kebakaran, dan mengidentifikasi sejauh mana dampak kerugian dan kerusakan yang dialami oleh masing-masing pedagang masih dilakukan,” paparnya.
Perumda Pasar juga menjadwalkan agenda pertemuan dengan para pedagang yang terdampak kebakaran di kantor Perumda Pasar. “Kami jadwalkan Senin,” terang Abdan.
Abdan juga akan mengevaluasi kondisi fisik bangunan yang dinilai sudah tua dan rentan terbakar. Pihaknya juga menyoroti sistem kelistrikan yang ada di salah satu pasar tertua di Banjarmasin itu, yang bisa jadi pemicu kebakaran berulang, karena diketahui sbelumnya, pada 4 Mei 2026 kebakaran juga menghanguskan 92 toko milik pedagang.
(banjarmasinpost.co.id/saifurrahman/mariana/rifki soelaiman)