TRIBUNNEWS.COM - Lamine Yamal mengirimkan peringatan keras kepada Timnas Prancis setelah membawa Spanyol lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.
Wonderkid Barcelona itu menegaskan La Furia Roja sama sekali tidak takut menghadapi Les Bleus, bahkan menurutnya justru Prancis yang seharusnya mewaspadai kekuatan Spanyol.
Kepercayaan diri itu muncul setelah Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 berkat gol Fabrian Ruiz dan gol telat Mikel Merino di menit ke-88 di Stadion Los Angles, Sabtu (11/7/2026).
Hasil tersebut mengantarkan tim asuhan Luis de la Fuente bertemu Prancis yang sehari sebelumnya menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0.
Penampilan Spanyol terus menunjukkan grafik meningkat. Setelah sempat tampil kurang meyakinkan di fase grup, La Furia Roja berkembang menjadi salah satu tim paling solid sepanjang fase gugur.
Baca juga: Fakta Kelolosan Spanyol ke Semifinal: De La Fuente Ukir Rekor, Merino dan Yamal Buat Catatan Spesial
Jurnalis sepak bola Raka Kisdiyatma menilai peningkatan performa Spanyol menjadi modal penting menghadapi Prancis.
"Setelah di fase grup tampil kurang meyakinkan, tetapi memasuki babak knockout Spanyol mulai bermain lebih meyakinkan," ujar Raka Kisdiyatma dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Senada dengan itu, analis dari Spieltag Indonesia, Adrian, menyebut kebangkitan Spanyol tidak lepas dari munculnya generasi muda yang berkualitas.
"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," kata Adrian dalam acara yang sama di lain kesempatan.
Nama Lamne Yamal menjadi sosok sosok penting di balik kemenangan Spanyol saat menghadapi Belgia.
Koleksi golnya memang belum bertambah, - masih satu gol sepanjang turnamen, - namun pemain yang akan berusia 19 tahun itu tampil dominan saat melawan Belgia.
Yamal mencatatkan 12 sentuhan di kotak penalti lawan, enam tembakan, empat dribel sukses, empat pelanggaran yang didapat, serta sembilan duel dimenangkan.
Pemain yang dinobatkan sebagai Player of the Match itu, menjadi pemain pertama dalam sejarah yang tampil lebih dari lima kali di Piala Dunia sebelum menginjak usia 19 tahun.
Sejauh ini ia telah mencatatkan 21 dribel sukses, hanya kalah dari rekor Kylian Mbappe yang membukukan 22 dribel pada Piala Dunia 2018.
Setelah pertandingan, Yamal dengan penuh percaya diri menatap duel melawan Prancis.
Pemain jebolan akademi La Masia Barcelona itu menegaskan Spanyol sama sekali tidak gentar menghadapi Prancis.
Bahkan, menurutnya justru Les Bleus yang memiliki alasan untuk merasa khawatir saat bertemu Spanyol.
"Kalau ada yang harus takut, itu adalah Prancis terhadap kami," kata Yamal kepada wartawan, dikutip dari ESPN.
Ucapan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam tiga tahun terakhir, Spanyol dua kali menyingkirkan Prancis, yakni pada semifinal Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025.
"Kami sudah menyingkirkan mereka. Kami sudah mengalahkan mereka dua kali."
"Jujur saja, saya pikir kami adalah dua tim terbaik di Piala Dunia. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi, tetapi kami sama sekali tidak takut," tegasnya.
Yamal mengakui banyak pihak menilai permainan Spanyol belum sepenuhnya meyakinkan.
Namun menurutnya, hal itu disebabkan hampir semua lawan memilih bertahan dan menunggu.
Strategi tersebut membuat Spanyol harus bekerja lebih keras untuk membongkar pertahanan.
"Kelihatannya memang kami tidak bermain terlalu bagus, tetapi setiap tim yang kami hadapi selalu bertahan sangat dalam."
"Tidak ada yang benar-benar berani bermain terbuka melawan kami. Namun pada akhirnya kami kembali menang dan itu yang paling penting," ujarnya.
Yamal pun menegaskan target Spanyol belum selesai. Setelah berhasil mencapai semifinal, ia ingin membawa La Roja bertahan hingga partai puncak.
"Kami sangat senang berada di semifinal. Kami sudah melangkah sejauh ini dan kami ingin bertahan sampai final," kata dia.
Baca juga: Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026, De la Fuente: Kami Bisa Kalahkan Les Bleus
Meski percaya diri, Spanyol tetap akan menghadapi tantangan besar. Prancis menjadi satu-satunya tim yang menyapu bersih seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Les Bleus mengawali turnamen dengan mengalahkan Senegal 3-1, Iran 3-0, dan Norwegia 4-1 di fase grup.
Di babak gugur, pasukan Didier Deschamps melanjutkan tren positif setelah menyingkirkan Swedia 3-0, Paraguay 1-0, dan Maroko 2-0.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente pun mengakui kualitas calon lawannya, tetapi tetap optimistis anak asuhnya mampu mengulang hasil positif seperti dua pertemuan sebelumnya.
"Ekspektasi untuk pertandingan berikutnya sangat tinggi. Kami memahami kualitas Prancis, tetapi kami juga yakin memiliki kemampuan untuk mengalahkan mereka. Kami pernah melakukannya dan ingin mengulanginya lagi," ujar De la Fuente.
Duel Spanyol kontra Prancis pun diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.
Di satu sisi ada Lamine Yamal, simbol generasi emas baru La Furia Roja, sementara di kubu lawan berdiri Kylian Mbappe yang sedang memburu gelar juara dunia sekaligus penghargaan Golden Boot.
Kedua tim sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi, membuat laga semifinal layak disebut sebagai final yang datang lebih awal.
(Tribunnews.com/Tio)