TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan Novak Djokovic di Wimbledon 2026 harus terhenti pada babak semifinal usai dikalahkan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner pada Jumat (10/7/2026) malam WIB.
Meski gagal menjaga asa meraih gelar Grand Slam ke-25, legenda tenis asal Serbia itu memastikan dirinya belum berniat mengakhiri karier.
Petenis yang dijukuli Djoker ini masih ingin kembali tampil di All England Club pada edisi berikutnya di 2027.
Djokovic menyerah dalam tiga set langsung dengan skor 4-6, 4-6, 4-6 dalam waktu 2 jam 21 menit.
Sinner tampil hampir tanpa cela sepanjang pertandingan dengan permainan agresif dari garis belakang, servis yang sulit dibaca, serta konsistensi tinggi.
Pada set pertama, Sinner baru memecah kebuntuan ketika berhasil melakukan break pada gim ke-10 sebelum menutup set dengan kemenangan 6-4.
Dominasi petenis Italia itu berlanjut pada set kedua melalui tekanan tanpa henti dari permainan baseline hingga kembali menang 6-4.
Memasuki set ketiga, Sinner langsung merebut servis Djokovic pada gim pembuka.
Meski petenis Serbia itu sempat berusaha bangkit, Sinner tetap tampil tenang dan menjaga keunggulan hingga memastikan kemenangan tiga set langsung.
Baca juga: Djokovic dan Messi Tulis Kisah Hebat di Wimbledon dan Piala Dunia
Apa yang ditampilkan Sinner membuat juara 24 Grand Slam itu kesulitan mengembangkan permainan.
Pada akhirnya petenis 24 tahun itu melangkah ke final Wimbledon untuk tahun kedua berturut-turut, kemenangan yang memperpanjang dominasinya atas Djokovic.
Dalam lima pertemuan terakhir, Sinner berhasil memenangi empat pertandingan atas Djokovic.
Ia memenangkan semifinal Australian Open 2024, final Shanghai Masters 2024, semifinal Roland Garros 2025, dan kini semifinal Wimbledon 2026.
Satu-satunya kemenangan Djokovic terjadi pada semifinal Australian Open 2026 yang berakhir dengan kekalahan di final dari Alcaraz.
Usai pertandingan, Djokovic mengaku kecewa karena gagal mewujudkan target menjadi pemain pertama yang meraih 25 gelar Grand Slam tunggal.
Meski demikian, petenis berusia 39 tahun itu menolak anggapan bahwa dirinya tampil kurang kompetitif.
"Saya tidak setuju dengan pendapat itu (anggapan tak kompetitif). Saya selalu kompetitif dan selalu memberikan yang terbaik sesuai kondisi yang saya miliki," kata Djokovic saat konferensi pers, dikutip dari TalkSports.
Djokovic mengakui kekalahan tersebut bukan disebabkan dirinya bermain buruk, melainkan karena Sinner memang tampil di level yang lebih tinggi.
"Tentu saya kecewa karena ingin memenangkan Wimbledon. Itulah alasan saya terus mendorong diri sendiri hingga sekarang. Tetapi saya kalah dari pemain yang lebih baik dan saya harus menerimanya."
"Saya tidak marah kepada diri sendiri. Saya rasa saya tidak melakukan terlalu banyak kesalahan. Hanya saja dia memang satu atau dua level lebih baik daripada saya hari ini," terang Djoko.
Menurut Djokovic, kekuatan servis Sinner menjadi salah satu faktor yang paling sulit diantisipasi.
"Dia bermain sangat solid dari semua sisi lapangan. Servisnya sangat sulit dibaca. Dalam beberapa tahun terakhir, servisnya berkembang menjadi senjata yang luar biasa sejak dia mengubah tekniknya," jelasnya.
Baca juga: 2 Latihan Berbeda dari Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz Jelang Babak Awal Wimbledon 2026
Kekalahan ini kembali memunculkan spekulasi mengenai masa depan Djokovic.
Di usia yang sudah menginjak 39 tahun, banyak pihak menilai era dominasi sang legenda mulai mendapat tantangan serius dari generasi baru seperti Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz.
Namun Djokovic memastikan dirinya belum ingin menutup lembaran karier di Wimbledon.
Saat ditanya apakah masih berencana tampil lagi di turnamen bergengsi tersebut tahun depan, Djokovic memberikan jawaban singkat namun penuh makna.
"Saya ingin. Setidaknya satu kali lagi. Kita lihat saja nanti," ujar Djokovic.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa peraih tujuh gelar Wimbledon tersebut masih memiliki motivasi untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Meski gelar Wimbledon telah lepas dari genggamannya selama empat tahun terakhir, Djokovic belum kehilangan ambisi mengejar sejarah sebelum benar-benar menutup perjalanan panjangnya di dunia tenis.
(Tribunnews.com/Tio)