Perusahaan Konstruksi Jepang Gunakan QR Talk untuk Permudah Komunikasi Pekerja Asing
Eko Sutriyanto July 11, 2026 10:35 AM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Perusahaan konstruksi Jepang, Nittoc Construction Co., Ltd. (日特建設株式会社), menyatakan bahwa aplikasi komunikasi multibahasa QR Talk telah digunakan di berbagai proyek konstruksi perusahaan di seluruh Jepang, termasuk oleh pekerja asal Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh  Hironori   Sagawa, seorang eksekutif dari Departemen Perencanaan Manajemen Nittoc Construction dalam wawancara Tribunnews terkait penggunaan teknologi tersebut di lapangan.

Menurut Sagawa, saat ini banyak pekerja asing yang bekerja di lokasi proyek Nittoc Construction sehingga kebutuhan akan komunikasi yang akurat menjadi sangat penting.

"QR Talk telah digunakan di berbagai lokasi proyek Nittoc Construction di seluruh Jepang yang mempekerjakan banyak tenaga kerja asing," jelasnya.

Baca juga: Cerita Pemagang Indonesia Jadi Peserta Upacara Kedewasaan di Jepang: Deg-degan

Diharapkan mengurangi kecelakaan kerja

Mengenai efektivitas aplikasi tersebut, Nittoc Construction mengakui hingga kini belum memiliki data kuantitatif yang dapat menunjukkan secara objektif besarnya dampak penggunaan QR Talk.

Namun, perusahaan menilai teknologi tersebut berpotensi membantu mengurangi kecelakaan kerja yang selama ini kerap dipicu oleh kurangnya komunikasi antara pekerja Jepang dan pekerja asing.

"Selama ini cukup banyak kecelakaan dan insiden di lokasi konstruksi yang disebabkan kurangnya komunikasi dengan pekerja asing. Mungkin sulit untuk menghilangkannya hingga nol, tetapi kami berharap QR Talk dapat membantu mengurangi jumlah kejadian tersebut," ujar Sagawa.

Ia menambahkan bahwa manfaat aplikasi tersebut tidak hanya dirasakan pekerja asing.

Menurutnya, QR Talk juga mendorong pekerja Jepang untuk memberikan instruksi keselamatan secara lebih jelas dan terstruktur, menggantikan kebiasaan lama yang sering mengandalkan "aun no kokyū", yaitu saling memahami tanpa banyak penjelasan.

Pekerja Indonesia juga menggunakan QR Talk

Menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan pekerja Indonesia, Sagawa memastikan bahwa tenaga kerja asal Indonesia memang telah menggunakan QR Talk di lokasi proyek.

"Ya, pekerja Indonesia juga menggunakan sistem ini. Bahkan di lokasi proyek yang ditayangkan TV Tokyo, terdapat pekerja Indonesia yang benar-benar bekerja di sana," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aplikasi tersebut telah diterapkan dalam lingkungan kerja yang melibatkan pekerja Indonesia di sektor konstruksi Jepang.

Teknologi dipatenkan

QR Talk merupakan sistem milik One Minute Inc. yang telah memperoleh paten untuk konsep UI/UX percakapan multibahasa berbasis kode QR tanpa memerlukan aplikasi khusus pada perangkat pengguna.

Baca juga: Presiden KSPSI Andi Gani Minta BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Pelayanan bagi Pekerja

Nittoc Construction menjelaskan bahwa pihaknya bukan pengembang sistem tersebut, melainkan bertindak sebagai pengguna yang memberikan berbagai masukan agar QR Talk semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Perusahaan pengembang kemudian melakukan pembaruan sistem berdasarkan masukan dari pengguna di sektor konstruksi.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.