SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pelatih kepala anyar Sumsel United, Mohammad Nasuha, menyatakan optimistis mampu membawa Laskar Juaro memenuhi target manajemen pada kompetisi Pegadaian Championship 2026/27 yang akan bergulir awal Agustus mendatang.
Mantan gelandang Timnas Indonesia itu menegaskan kunci utama meraih hasil maksimal adalah kekompakan seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, pelatih hingga pemain.
"Insya Allah target manajemen bisa tercapai. Yang penting semuanya bisa bekerja sama dengan baik dan melakukan yang terbaik," ujar Nasuha kepada Sripoku.com, Sabtu (11/7/2026).
Pelatih yang sukses membawa Persiba Balikpapan promosi kembali ke Liga 2 itu mengungkapkan, saat ini dirinya bersama jajaran pelatih masih melakukan evaluasi terhadap pemain-pemain lama yang akan dipertahankan.
Menurutnya, hanya sekitar empat hingga lima pemain lokal musim lalu yang berpeluang tetap menjadi bagian dari skuad Sumsel United.
"Untuk saat ini kita masih berdiskusi dengan staf pelatih untuk pemain-pemain lama, khususnya pemain lokal. Masih tahap proses pemilihan. Mungkin ada sekitar empat sampai lima orang," katanya.
Latihan Perdana Digelar Awal Agustus
Nasuha memastikan persiapan resmi tim akan dimulai pada awal Agustus 2026 setelah dirinya kembali ke Palembang bersama seluruh staf kepelatihan.
Ia akan didampingi Mahyadi Panggabean sebagai asisten pelatih, Ferry Rotinsulu sebagai pelatih kiper, Tony Sucipto sebagai asisten pelatih, serta Andar Suhendar yang dipercaya menjadi pelatih fisik.
"Insya Allah start persiapan kita di awal bulan Agustus. Kita ada May (Mahyadi Panggabean) sebagai asisten pelatih, Ferry Rotinsulu pelatih kiper, Tony Sucipto sebagai asisten pelatih, dan Coach Andar sebagai pelatih fisik dari Bogor," ujarnya.
Pulang ke Palembang Jadi Motivasi Tambahan
Bagi Nasuha, menerima pinangan Sumsel United bukan sekadar tantangan baru, tetapi juga memiliki nilai emosional tersendiri.
Ia pernah membela Sriwijaya FC pada musim 2008 saat masih aktif sebagai pemain di bawah arahan Rahmad Darmawan.
Karena itu, kembali ke Palembang menjadi motivasi besar untuk memberikan prestasi bagi sepak bola Sumatera Selatan.
"Menjadi motivasi buat saya juga yang kedua kalinya saya ke Sumsel. Yang pertama waktu saya jadi pemain di Sriwijaya FC tahun 2008, pelatihnya waktu itu Coach Rahmad Darmawan," ungkapnya.
Menurut Nasuha, keseriusan manajemen membangun tim kompetitif menjadi alasan kuat dirinya menerima tawaran melatih Sumsel United.
"Saya lihat tim ini serius dan menjadi tantangan baru buat saya. Mudah-mudahan saya bisa membawa tim ini dengan baik," katanya.
Cik Ujang: Nasuha Dipilih karena Komunikasinya Baik
Sementara itu, Presiden Klub Sumsel United H. Cik Ujang mengatakan pemilihan Mohammad Nasuha dilakukan setelah manajemen mengevaluasi beberapa kandidat pelatih kepala.
Selain faktor kemampuan teknis, komunikasi yang baik dengan manajemen menjadi pertimbangan utama.
"Kemarin sebenarnya ada satu dua tiga calon head coach. Jodohnya dengan Coach Nasuha. Pelatih itu harus bisa berkomunikasi dengan manajemen," kata Cik Ujang.
Ia berharap hubungan harmonis antara pelatih dan manajemen mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif demi membangun tim yang solid.
"Kalau coach mau bekerja sama akan lebih baik. Mendengarkan saran kita. Silaturahmi dijaga. Jangan sampai ada pemain bagus tidak dimainkan," ujarnya.
• CEO Oman FC Fadly Saputra Makin Yakin Prancis Juara Piala Dunia 2026
Seleksi Putra Daerah dan Bidik Pemain Asing Baru
Cik Ujang memastikan Nasuha akan kembali ke Palembang pada 1 atau 2 Agustus 2026 untuk memimpin latihan perdana sekaligus menggelar seleksi pemain.
Manajemen juga membuka peluang bagi talenta-talenta lokal Sumatera Selatan untuk memperkuat Laskar Juaro pada musim ini.
"Coach Nasuha akan kembali tanggal 1 atau 2 Agustus untuk latihan dan mencari pemain, termasuk beberapa putra daerah Sumsel. Mohon dukungannya semoga persepakbolaan di Sumsel makin maju," katanya.
Tak hanya itu, Sumsel United juga menyiapkan kejutan dengan membidik pemain asing yang belum pernah bermain di kompetisi Indonesia.
Menurut Cik Ujang, pemain asing yang baru datang dari luar negeri diyakini memiliki motivasi tinggi dan belum terpengaruh atmosfer sepak bola Indonesia.
"Kejutannya kalau bisa merekrut langsung dari luar. Belum terkontaminasi di Indonesia. Membela Sumsel United, tak ada kata lain, bela SU," tegasnya.