TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Memasuki 16 bulan masa kepemimpinan, Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan terus mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika ekonomi nasional, Pemerintah Kabupaten Majalengka mencatat sejumlah capaian yang menjadi pijakan dalam mewujudkan visi Majalengka Langkung SAE.
Selama 16 bulan terakhir, berbagai indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Majalengka kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebagai bukti konsistensi dalam pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
Pada sektor ekonomi, realisasi investasi mencapai sekitar Rp3,36 triliun, didukung pengembangan kawasan Rebana, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, serta kemudahan pelayanan perizinan.
Pertumbuhan ekonomi Majalengka juga tercatat sekitar 9,01 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat.
Keberhasilan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok mengantarkan Kabupaten Majalengka meraih penghargaan Terbaik III Pengendalian Inflasi Regional Jawa–Bali dari Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi melalui operasi pasar, gerakan pangan murah, dan penguatan distribusi komoditas strategis.
Di bidang pelayanan publik, inovasi MPP Pro (Mal Pelayanan Publik Pasti dan Produktif) mengantarkan Pemkab Majalengka meraih penghargaan Cita Loka Fest 2026 dari Tribun Network. Inovasi tersebut dinilai mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi bagi masyarakat.
Prestasi juga diraih di sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pada ajang TOP BUMD Awards 2026, Bupati Eman Suherman menerima penghargaan TOP Pembina BUMD, sementara Perumda BPR Majalengka meraih predikat TOP BUMD Bintang 4 dan direksinya memperoleh penghargaan TOP CEO BUMD 2026.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur terus dipacu melalui peningkatan kualitas jalan kabupaten, penguatan jembatan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta penataan fasilitas umum di berbagai wilayah.
Pada tahun 2026, Pemkab Majalengka menyiapkan program perbaikan jalan sepanjang 117 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah dengan dukungan anggaran sekitar Rp143 miliar.
Total anggaran infrastruktur jalan sendiri mencapai sekitar Rp150 miliar yang tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah.
Selain perbaikan jangka panjang, pemerintah daerah juga tengah mempercepat penanganan jalan di sejumlah titik menjelang Lebaran.
Puluhan titik jalan menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat dan arus mudik dapat berjalan lebih lancar.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produksi padi dan jagung, dukungan terhadap petani, serta penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.
Pada panen raya Maret 2026, produktivitas padi di sejumlah wilayah bahkan mencetak rekor baru dengan hasil mencapai 10,7 hingga 11,5 ton gabah per hektare.
Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, Majalengka bangga bisa menjadi bagian dari pencapaian sejarah Indonesia yang mampu menghentikan impor beras dan mencatat surplus hingga 4,1 juta ton sejak tahun lalu.
Di bidang sosial, berbagai program seperti percepatan penanggulangan kemiskinan, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga penguatan kolaborasi dengan BAZNAS menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan juga terus menjadi perhatian. Pemerintah daerah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Sejumlah warga mengaku mulai merasakan dampak dari berbagai program yang dijalankan pemerintah, meski berharap pembangunan terus berlanjut.
"Kalau pelayanan sekarang terasa lebih mudah. Harapan kami kualitasnya terus ditingkatkan dan pembangunan jangan berhenti," ujar Yudi, warga Kecamatan Cigasong, Sabtu (11/7/2026).
Hal senada disampaikan Rina, pelaku UMKM di Kecamatan Majalengka. Menurutnya, pemerintah semakin aktif melibatkan pelaku usaha kecil dalam berbagai kegiatan promosi.
"Kami berharap pembinaan UMKM terus berlanjut sehingga usaha kecil bisa berkembang dan membuka lapangan pekerjaan," katanya.
Sementara Asep, petani di Kecamatan Jatitujuh, berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan.
Kalau irigasi terus diperbaiki dan petani tetap didampingi, hasil pertanian tentu akan semakin baik," ungkapnya.
Bupati Eman Suherman menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari DPRD, Forkopimda, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
"Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena itu kami akan terus bekerja menghadirkan pembangunan yang merata, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan investasi, dan membuka lebih banyak peluang bagi kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan menambahkan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk melanjutkan pembangunan Majalengka agar semakin maju, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
Refleksi 16 bulan kepemimpinan Eman–Dena menjadi gambaran perjalanan pembangunan yang telah ditempuh sekaligus pijakan untuk melanjutkan berbagai program strategis menuju terwujudnya Majalengka Langkung SAE.