Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Rp90.000/Kg, Pengamat Dorong Pembangunan Pabrik Pengolahan
Sri Widya Rahma July 11, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Harga kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada Sabtu (11/7/2026) turun menjadi Rp90.000 per kilogram (Kg).

Sebelumnya, pada Jumat (10/7/2026), harga komoditas tersebut sempat mencapai Rp95.000 per kg.

Dengan demikian, terjadi penurunan harga kakao kering di Aceh Tenggara sebesar Rp5.000 per kg.

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Hari Ini 10 Juli 2026 Naik, Menjadi Rp86.000/Kg

Harga Kakako Berfluktuasi, Bergantung pada Pasar Medan

Salah seorang tauke (pengepul) kakao di Aceh Tenggara, Sabri kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Sabtu (11/7/2026), membenarkan bahwa harga kakao kering pagi ini turun Rp5.000 per kg.

"Hari ini harga kakao kering ditingkat petani anjlok tipis yakni dari Rp95.000 per kilogram menjadi Rp90.000 per kilogram.

Anjlok akibat harga di pasaran Medan ada penurunan harga beli," katanya.

Sementara itu, menurut Hasanudin, petani kakao asal Desa Bukit Merdeka, Kecamatan Lawe Sigala-gala, harga kakao kering di Aceh Tenggara selama ini terus berfluktuasi dan tidak pernah bertahan lama pada level tertinggi.

Kondisi tersebut terjadi karena harga kakao di daerah itu sangat bergantung pada harga pasar di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Harga Kakao Kering selama ini di Aceh Tenggara terus bergerak naik dan tidak pernah harga kakao kering bertahan dilevel tertinggi.

Hal ini karena harga komoditi andalan petani di Aceh Tenggara itu tergantung harga di pasaran Sumatera Utara (Medan)," ujarnya.

Hal senada disampaikan M Asbi, petani kakao asal Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam.

Para petani berharap harga kakao lebih stabil agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Melonjak Naik Dilevel Rp 84.000 per Kg

Pengamat Kebijakan Publik Aceh Dorong Pemerintah Bangun Pabrik Kakao

Menanggapi kondisi tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman mengatakan bahwa Aceh Tenggara memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kakao.

Bahkan, menurutnya, kualitas kakao kering asal Aceh Tenggara termasuk yang terbaik.

Namun demikian, kata Nasrul, harga kakao yang diterima petani masih belum sebanding dengan tingginya biaya perawatan tanaman.

Kondisi itu semakin dirasakan masyarakat menjelang tahun ajaran baru, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat, sementara harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk beras, masih relatif tinggi.

"Harga kakao kering di pasaran murah alias tak sebanding dengan pembiayaan perawatan tanaman komoditi kakao, apalagi saat ini menjelang tahun ajaran baru.

Harga kakao juga belum mampu mendokrak pertumbuhan perekonomian masyarakat di tengah ekonomi sulit dan kebutuhan yang cukup besar ditengah harga barang mahal seperti halnya beras jenis serang mencapai Rp335.000 per sak isi 15 kilogram," ungkapnya.

Karena itu, Nasrul mendorong Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara yang dipimpin Bupati M Salim Fakhry untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani kakao.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan, menurutnya, adalah menggandeng investor untuk membangun pabrik pengolahan kakao di Aceh Tenggara.

Pabrik tersebut dapat mengolah biji kakao menjadi produk setengah jadi maupun produk olahan bernilai tambah, seperti makanan ringan. 

Selain itu, Nasrul juga berharap Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara turut memberikan perhatian terhadap nasib petani kakao, termasuk memperluas akses pupuk bersubsidi agar distribusinya lebih merata dan mudah diperoleh petani.

"Langkah ini harus kita dorong agar DPRA dan DPRK dapat memikirkan nasib petani, seperti halnya pupuk bersubsidi menjadi prioritas untuk pemerataan hingga petani kakao dan mudah diperoleh petani kakao agar produksi buah kakao meningkat di Aceh Tenggara,"k ata Nasrul Zaman yang juga Tokoh Masyarakat Aceh Tenggara asal Lawe Loning Aman itu. (*)

Baca juga: Harga Kakao Stabil di Aceh Tenggara, Pinang Alami Kenaikan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.